Dimediasi Disnakertrans, Polemik PT.NMT dan Pekerja Berakhir

Suasananya mediasi tahap tiga yang dipimpin langsung Kadis Nakertrans Kabupaten TTU, Selasa (8/6).

Gusty Amsikan

 

 

Polemik antara PT. Neno Mayana Teknik (NMT) dan para pekerja terkait upah pekerja yang tertunggak berhasil dimediasi Dinas Nakertrans Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten TTU, Simon Soge, kepada media ini, Selasa (8/6), usai menggelar mediasi tahap tiga.

Soge mengatakan, polemik terkait upah pekerja dan PT.NMT yang terbawa hingga Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten TTU, akhirnya berhasil dimediasi. Pihak PT.NMT telah menyanggupi pembayaran hak-hak para pekerja setelah melalui proses mediasi yang panjang.

Selain itu, para pekerja pun memenuhi permintaan pihak PT.NMT dengan membawa serta dokumen pelengkap sebagai bukti dan syarat dibayarkannya hak-hak mereka.

Menurut Soge, mediasi pertama berlangsung pada (19/5) lalu. Dalam mediasi tersebut pihak perusahaan setuju untuk membayar dengan catatan para pekerja wajib menyertakan bukti token dan foto meteran listrik. Pada mediasi kedua, para pekerja datang dengan membawa serta bukti dokumentasi token namun tidak menyertakan dokumentasi meteran listrik.

Selanjutnya, upaya mediasi ketiga dilaksanakan hari ini, Selasa (8/6), dan berhasil menemui kesepakatan bersama, setelah bukti-bukti dilengkapi para pekerja kemudian disandingkan dengan data perusahaan yang dimiliki.

“Polemik antara PT NMT dan para pekerja sudah berhasil dimediasi dan pihak PT.NMT menyanggupi pembayaran setelah menyandingkan data-data yang diminta dari para pekerja. Pihak pekerja pun sudah membayar sesuai tuntutan para pekerja,” tandasnya.

Nawir Thamrin selaku penanggung jawab PT. Neno Mayana Teknik, ketika diwawancarai usai mediasi mengaku upah enam pekerja tersebut telah dibayar dalam proses mediasi tahap tiga. Pembayaran dilakukan setelah dilakukan verifikasi dan penyandingan.

“Mediasi sudah selesai dan jasa mereka sudah dibayar dalam proses mediasi tadi. Semua bukti dokumen yang dibutuhkan seperti token dan pemasangan meteran. Sebenarnya tunggakkan pembayaran seperti sudah biasa terjadi dua bulan sampai tiga bulan. Tapi semua sudah selesai jadi tidak ada permasalahan lagi,” pungkasnya.

Sementara perwakilan pekerja, Fransiskus Sonbay, membenarkan proses mediasi telah selesai dan para pihak baik PT.NMT dan pekerja telah menemui kesepakatan bersama.

“Tuntutan kami sudah dipenuhi oleh pihak PT.NMT setelah semua data dan dokumen dilampirkan,” tandasnya. (Yan/ol)

Leave a Comment