Dinas Pendidikan Kota Kupang Mediasi Tiga Sekolah

Putra Bali Mula

Dinas Pendidikan Kota Kupang akan melakukan mediasi dengan kepala sekolah dari SD Inpres Naimata, SD Inpres Liliba dan SD Negeri Angkasa Penfui.

Mediasi ini terkait banyak anak yang belum tertampung karena minimnya kuota rombongan belajar (rombel) di SD Inpres Liliba. Kuota tersebut ditentukan pemerintah dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kemarin.

“Sebentar kami rapat dengan tiga sekolah, SD Inpres Naimata, SD Inpres Liliba, dan SD Negeri Angkasa jam satu siang ini,” jawab Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumul Djami kepada VN, Selasa (13/7).

Ia membenarkan permasalahan ini telah dikomunikasikan dengan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore. Prinsipnya, Wali Kota Kupang ingin pilihan yang dibuat bersama tidak melanggar aturan sehingga kelak anak-anak tidak dirugikan.

Dinas Pendidikan Kota Kupang, jelas Dumul, lantas diinstruksikan melakukan mediasi dengan tiga sekolah ini.

“Jadi dikembalikan ke saya untuk bicara dengan beberapa kepala sekolah itu mana jalan yang paling baik,” ungkapnya.

Ia menyebut ada alternatif penambahan rombongan belajar (rombel) di SD Inpres Liliba atau penambahan rombel di sekolah lainnya yang dinilai paling dekat sehingga mediasi ini digelar bersama dua sekolah lainnya itu.

“Karena di situ (SD Inpres Liliba) penambahan rombel kan sudah jadi 29 (siswa per rombel) bisa masalah nanti. Jadi kita lihat alternatif mana yang terbaik untuk siswa dan juga sekolah,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, animo peserta didik baru cukup tinggi di SD Inpres Liliba. Hal tersebut disampaikan Yohanes J. Tukan selaku Kepala Sekolah SDN Liliba di ruang kerjanya, Senin (12/7). Namun demikian kuota rombel untuk sekolah di zonasi itu belum cukup menampung tingkat partisipasi itu. Kuota yang ditetapkan berdasarkan sistem PPDB berjumlah 56 siswa yang terbagi dua rombel.

Pihak sekolah, komite, orang tua dan, pihak Dinas Pendidikan Kota Kupang beberapa kali melakukan pertemuan untuk mencari solusi terbaik terkait masalah ini. Kini udah 96 anak tertampung namun pihak SD Inpres Liliba mencatat masih ada 64 anak-anak yang belum tertampung untuk mendapatkan hak pendidikan. (bev/ol)

Leave a Comment