Dinkes Kota Tidak Bisa Memaksa Orang untuk Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Retnowaty
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Retnowaty

Yapi Manuleus

Dinas Kesehatan Kota Kupang hingga saat ini tidak melakukan upaya paksa terkait vaksinasi bagi warga Kota Kupang, NTT.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Retnowaty saat dikonfirmasi VN di kantor DPRD Kota Kupang, Selasa (22/6) mengatakan ada tiga kategori dalam penanganan vaksinasi yakni tergantung kesediaan orang memilih divaksinasi atau tidak, daya kekuatan vaksin serta kemampuan antibody.

“Jadi, tidak ada upaya paksa. Upaya pemerintah dengan vaksin itu sebenarnya bisa membuat pandemi Covid-19 bisa berhenti secara alamiah. Tapi, apakah menjamin orang yang sudah vaksinasi tidak terkonfirmasi? Tidak! Upaya vaksinasi itu adalah melatih sistem kekebalan untuk mengenali dan memerangi patogen, baik virus maupun bakteri. Untuk melakukannya, molekul tertentu dari patogen harus dimasukkan ke dalam tubuh guna memicu respons imun. Molekul tersebut disebut dengan antigen, yang ada di semua virus dan bakteri. Dengan menyuntikkan antigen ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan belajar mengenalinya,” jelasnya.

Ia mengatakan walaupun sudah divaksinasi, masyarakat juga harus tetap menjaga protokol kesehatana.

Menurutnya, saat ini Dinas Kesehatan Kota Kupang terus bersinergi dengan pihak terkait untuk memotivasi warga agar bisa melakukan vaksin demi terhindar dari Covid-19.

“Tugas dari Dinas Kesehatan memotivasi pilihan setiap warga. Tidak ada sanksi di situ sampai kita bisa menyadarkan agar dia itu mau divaksin. Kan kalau orang sakit kan tidak bisa juga divaksin,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Kota Kupang khususnya lansia agar bisa melakukan vaksinasi saat masih diberlakukan gratis untuk keselamatan bersama. (bev/ol).

Leave a Comment