Direktris RS TC Hillers Maumere Positif Covid-19

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, dokter Clara Franchis, Senin (7/6) malam.

Yunus Atabara

 

Vaksin bukan jaminan bahwa seseorang tidak akan tertular Covid-19. Vaksin hanya bisa meminimalisir risiko kematian. Covid-19 dapat menyerang siapa saja dan kapan saja, tanpa memandang status dan profesi.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, dokter Clara Franchis kepada VN Senin (7/6) malam mengatakan, Direktris RS TC Hillers Maumere bersama suami sedang dirawat di ruang Isolasi Covid-19 RS TC Hillers sejak Senin (7/6) sore, karena keduanya dinyatakan positif Covid-19.

“Iya benar, ibu direktur RS TC Hillers sedang dirawat di ruang Isolasi bersama suaminya, setelah dinyatakan positif covid-19,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka itu.

Dokter Clara menjelaskan bahwa Direktris RS TC Hillers Maumere, bersama suaminya, baru pulang bepergian dari Jakarta dalam acara kedukaan. Dalam beberapa hari keduanya batuk pilek dan hasil pemeriksaan dinyatakan positif.

“Sore tadi dirawat di ruang ISO karena positif dengan gejala sedang, secara umum keadaan beliau berdua baik. Kita doakan bersama agar kondisinya cepat pulih,” kata dokter Clara.

Dokter Clara mengapresiasi kepada Direktris RS TC Hillers Maumere bersama suamianya karena atas inisiatif sendiri melakukan pemeriksaan rapid antigen setelah setelah merasakan gejala.

Menurutnya, minggu lalu saat kembali dari Jakarta sudah dirapid antigen dan hasilnya negatif dan memutuskan untuk karantina mandiri sehingga tracking kontak erat hanya dengan orang dalam rumah saja.

“Namun ibu direktur, sempat masuk kantor karena ada urusan yang tidak dapat ditinggalkan dan yang kontak erat pun sudah di tracking,” kata dokter Clara.

Menurut Clara, situasi seperti ini bisa terjadi pada siapa saja. Oleh karena itu disarankan kepada siapapun untuk care terhadap kesehatan mulai dari diri sendiri dan keluarga.

Apabila melakukan perjalanan, apalagi dari daerah dengan penularan tinggi (zona merah) disarankan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Kita tidak pernah tahu penularan Covid-19 dapat terjadi di mana saja, termasuk saat melakukan perjalanan,” ujar dokter Clara.

Masyarakat Kabupaten Sikka diminta waspada, apalagi pesta sambut baru dilakukan. Dimana sangat mungkin 1-2 minggu ke depan berpotensi terjadi lonjakan kasus Covid-19, karena masyarakat tidak disiplin jalankan prokes.

“Apalagi kita kemaren pesta sambut baru. Berpotensi kita akan panen kasus, karena pasti masyarakat tidak disiplin saat pesta. Apalagi saat pesta, hadir pula anggota keluarga yang datang dari luar daerah,” katanya.

Dokter Clara berharap, masyarakat tetap disiplin prokes, karena hanya itu yang mampu menyelamatkan diri dari Covid-19. Serta berharap apa yang dikhawatirkan itu tidak terjadi. Kendati demikian, apapun situasinya harus tetap waspada.(Yan/ol)

 

 

Leave a Comment