Distan Mabar Studi Lapangan di Kebun Irigasi Tetes Yance Maring

Plt Kepala Distan Mabar, bersama rombongan di kebun irigasi tetes milik Yance Maring, Senin (28/6) siang.

Yunus Atabara 

Menghadapi tuntutan kebutuhan akan tanaman hortikultura seperti sayur, umbi dan buah di Kota Wisata Premium, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melakukan studi lapangan di kebun irigasi tetes milik Yance Maring, di Kabupaten Sikka, Senin (28/6) siang.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat, Laurensius Halu, kepada VN mengatakan bahwa saat ini tuntutan kebutuhan sayur, umbi dan buah di Manggarai Barat, semakin meningkat.

Tetapi antara tuntutan kebutuhan dan ketersediaan sayur, umbi dan buah belum seimbang. Hal itu mendorong Pemerintah Manggarai Barat untuk mengembangkan irigasi tetes dengan metode automatic menggunakan aplikasi internet.

“Kebutuhan sayur, umbi dan buah kami di Manggarai Barat sangat tinggi. Kami rencana mengembangkan irigasi tetes, sehingga hari ini kami datang untuk studi lapangan di kebun milik Yance Maring,” kata Laurensius Halu.

Rencana pemerintah itu seiring kemajuan Manggarai Barat sejak ditetapkan sebagai Kota Wisata Super Premium oleh pemerintah pusat dan provinsi. Predikat itu membuat banyak investor yang berinvestasi di sektor perhotelan dan sektor lainnya.

Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pertanian merencanakan pengembangan tanaman hortikultura, seluas 42 hektar yang tersebar di 4 kecamatan, untuk menjaga ketersedian sayur, buah dan umbi.

“Kebutuhan sayur, buah dan umbi sangat tinggi. Kami rencanakan pengembangan hortikultura seluas 42 hektar di tahun 2022 dengan metode irigasi tetes bekerja sama dengan PT Agro Mar Indonesia, milik Yance Maring,” kata Laurensius.

Pengembangan hortikultura di tahun 2022, tersebar di beberapa titik di 4 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Lembor, Kecamatan Komodo, Kecamatan Boleng dan Kecamatan Pacar.

“Kami juga mengundang pak Yance Maring dalam satu atau dua hari ke depan, ke Manggarai Barat, untuk melihat lokasi yang akan dijadikan lokasi pengembangan irigasi tetes,” ujarnya.

Sedangkan untuk kerja sama jangka panjang, antara pemerintah Mabar dengan PT Agro Mar Indonesia milik Yance Maring adalah melakukan edukasi para petani di setiap desa di wilayah Manggarai Barat agar dapat mengembangkan irigasi tetes.

“Irigasi tetes nantinya, entah yang manual atau automatic sangat tergantung pada anggaran. Tetapi yang terpenting adalah, edukasi para petani hortikultura,” kata Laurensius.

Direktur PT Agro Mar Indonesia, Yance Maring kepada VN memyambut baik niat pemerintah Manggarai Barat dalam bekerja sama mengembangkan irigasi tetes untuk tanaman hortikultura.

“Dalam waktu dekat saya akan ke Labuan Bajo, untuk melakukan survey lahan yang akan menjadi lokasi pengembangan tanaman hortikultura,” kata Yance Maring.

Rombongan Dinas Pertanian Mabar, Plt Kepala Dinas, Laurensius Halu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Kepala Bidang Hortikultura, Kepala Bidang Perencanaan dan beberapa seksi dan staf Dinas.(Yan/ol)

 

Leave a Comment