DPRD Kota Kupang belum Bertemu Gubernur VBL

Suasana rapat Banmus DPRD Kota Kupang, Jumat (18/6). Foto: Yapi Manuleus vn.

Yapi Manuleus 

DPRD Kota Kupang hingga hari ini Jumat (18/6) belum bisa menemui Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) maupun Wakilnya Josef A Nae Soi (JNS) untuk melaporkan permasalahan mangkirnya Walikota Kupang dalam Sidang paripurna
pertanggung jawaban APBD 2020.

Hal tersebut terungkap saat Sidang Badan Musyawarah(Banmus) di ruang Sasando Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat (18/6).

Sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang Christian Baitanu dihadiri Asisten III Setda Kota Kupang Yanuar Dally.

Dalam suasana sidang tersebut beberapa Wakil Rakyat sempat mempertanyakan hasil koordinasi dengan Pemerintah Pusat yang ada di Daerah yakni pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat terkait permasalahan ketidakhadiran Walikota Kupang.

Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang Christian Baitanu pun mengungkapkan bahwa pihaknya belum berhasil menemui Gubernur VBL karena masih berada di luar Kota Kupang.

“Kemarin pagi itu pak Gubernur kita tidak bisa bertemu karena beliau pagi-pagi itu sudah ke Tarus habis itu ke Labuan Bajo dan ke Jakarta,” katanya.

“Terus pak Wakil Gubernur setelah kami sampai di sana beliau sudah berangkat ke Amfoang secara mendadak. Sehingga tidak bisa bertemu,” tambahnya.

Namun pihaknya juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang sudah berkordinasi dengan Dewan untuk mau melanjutkan sidang. Karena yang dicari hanya untuk kepentingan masyarakat Kota Kupang.

“Polemik di mana-mana itu terjadi, tapi kita tidak boleh terlena dengan polemik. Kita harus melihat agenda besar kita masih ada ke depan. Kalau sampai persidangan tidak jalan maka banyak agenda yang terhambat,” katanya.

Menanggapi hal itu, Asisten III Setda Kota Kupang Yanuar Dally dalam persidangan tersebut mengaku bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen untuk terus melanjutkan sidang.

Namun katanya, karena Wakil Walikota Kupang Hermanus Man yang ditugaskan untuk mewakili Walikota Kupang dalam persidangan itu mendadak sakit sehingga tidak bisa hadir.

“Pemerintah dari awal sama dengan Bapak dan Ibu Dewan di sini bahwa berkomitmen untuk terus sidang. Cuma kemarin pak Wakil yang ditugaskan untuk mewakili pak Wali, beliau mendadak sakit. Oleh karena itu karena pak Sekda belum ada surat yang meminta oleh Bapak dan Ibu maka pak Sekda tidak datang. Dan hari ini kami sudah berkoordinasi dengan pak Wakil dan beliau siap hadir dalam sidang paripurna untuk bacakan tanggapan Walikota,” tutupnya.

Sidang pun akan dilanjutkan pada Senin (21/6) mendatang. (Yan/ol)

Leave a Comment