DTH Kota Kupang Tahap I Disalurkan

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore

Rafael L. Pura

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan, Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban badai Seroja yang tergolong kategori rusak berat telah disalurkan oleh Pemerintah Pusat ke rekening penerima bantuan.

Dana tersebut telah disalurkan setelah melalui rangkaian verifikasi berkas yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang. Saat ini penerima telah mengambil DTH melalui bank penyalur yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Masyarakat sudah ambil semua, langsung dari BRI,” katanya, saat diwawancarai, akhir pekan kemarin.

Ia mengungkapkan, total penerima bantuan DTH Kota Kupang sebanyak 737 orang dengan jumlah dana Rp 1 miliar lebih.
Terkait proses relokasi lahan seluas 11 hektare, katanya, tersisa 4,6 hektare yang sementara berproses. Jika tidak mencapai target, Pemkot akan membeli lahan lain untuk menggenapi target 11 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jimmi Didok, mengatakan, DTH dibayar dalam dua tahap. Tahap I yang telah disalurkan Rp 1 miliar lebih kepada 737 orang penerima.

Selama proses penyaluran memang terkendala sejumlah faktor, contohnya nama keluarga yang dipakai adalah ayah, sementara ketika mereka memasukkan nama dan nomor rekening mereka menggunakan ibu atau anaknya.

“BPBD juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Tetapi pada prinsipnya untuk DTH tahap I sudah disalurkan kepada masyarakat penerima,” ujarnya.

Dia menjelaskan, DTH diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban badai Seroja, dengan kategori rusak berat atau rumah mereka sudah tidak bisa ditempati lagi, agar mereka bisa menggunakan anggaran ini untuk menyewa tempat hunian baru dengan alokasi perbulan Rp500.000 selama 3 bulan.

Dia mengatakan, DTH tahap ke dua juga sementara diproses, dan akan segera disalurkan. Dan diharapkan agar masyarakat dapat memperhatikan data yang diberikan by name by address, agar pada saat penyaluran bantuan tidak terkendala.

“Jadi untuk relokasi rumah, sampai saat ini Pemerintah Kota Kupang masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat karena lahan yang tersedia masih kurang, yang dibutuhkan 10 hektare lebih, sementara yang baru tersedia baru 5 sampai 6 hektare lebih,” ujarnya.

Dia mengatakan, Pemerintah Kota Kupang terus berupaya agar mendapatkan lahan untuk merelokasi semua warga yang terdampak badai Seroja, terutama mereka yang kehilangan rumah, dan pemerintah akan turun bersama Kementerian untuk melihat lahan yang tersedia. (mg-03/ari)

Leave a Comment