Dukung Pemanfaatan EBT, Gubernur NTT Tinjau Eksplorasi PLTP Mataloko

 

 

 

Gubernur Provinsi NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meninjau lokasi  Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Mataloko, (24/5). Kunjungan ini sebagai bentuk dukungan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dimana Pemerintah Indonesia telah menetapkan Pulau Flores sebagai icon Geothermal Island melalui Keputusan Menteri ESDM No. 2268K/30/MEM/2017 tanggal 19 Juni 2017, tercatat terdapat 21 lokasi potensi panas bumi dan 4 lokasi yang potensinya besar terdapat di Ulumbu, Mataloko, Sokoria, dan Atadei.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengtaakan pemanfaatan EBT bagi kemajuan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat sudah menjadi kebutuhan.

“Eksplorasi telah dilakukan PLN dan kami melihat potensi EBT yang besar untuk masyarakat NTT khususnya di Pulau Flores dan di Mataloko sehingga harus dilanjutkan eksploitasinya. Tidak hanya itu, di sekitar lokasi sumur ada warga yang perlu mendapatkan sosialiasi yang lebih baik, terarah, sistematis. Sampaikan apa tujuan kegiatan dan bagaimana energi panas bumi ini berdampak bagi masyarakat. Bupati dan wakil Bupati Ngada bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tim PLN yang memahami teknis pembangunan energi panas bumi harus duduk bersama untuk merencanakan pembangunan energi panas bumi ini dan semua kendala dapat diselesaikan dengan membangun komunikasi yang baik dengan para pihak,” ungkap VBL.

Ia menambahkan NTT membutuhkan energi untuk kemajuan masyarakat. Perekonomian NTT akan maju bila tersedia energi yang dikelola dengan baik pula.

“NTT memiliki sumber daya yang melimpah dan perlu dilakukan eksploitasi maupun kapitalisasi seluruh sumber daya yang ada. Saya berharap Bupati Ngada akan mampu meyakinkan seluruh masyarakat lewat kelembagaan yang ada di desa untuk menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan tenaga listrik di NTT. Kebutuhan energi dunia saat ini adalah energi baru terbarukan tidak lagi energi fosil yang terus membebani kita dengan negara-negara lain yang terus berkembang pada energi baru terbarukan,” jelas VBL.

Sementara General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko mengatakan pemenuhan kebutuhan energi oleh pemerintah melalui PLN di Mataloko masih dalam proses sosialisasi. Sudah ada timeline untuk penyediaan energi listrik yang lebih baik, ramah lingkungan  dan bermanfaat bagi masyarakat di pulau Flores khususnya masyarakat di Bajawa.

“PLN telah melakukan sosialisasi secara bertahap dan sudah disampaikan kepada Bupati, dan kehadiran Gubernur hari ini di lokasi eksplorasi PLTP Mataloko akan ditindaklanjuti pertemuan dengan tokoh agama, dan tokoh masyarakat dan warga sekitar. Sosialisasi tidak bisa hanya sekali atau dua kali, sehingga PLN akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di Mataloko. Di Indonesia sudah banyak energi panas bumi yang dibangun dan sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi, serta akan memberdayakan dan melibatkan masyarakat dalam operasional,” tutur Jatmiko.

Dalam kunjungan tersebut hadir pula Direktur Panas Bumi EBTKE Harris GM PLN UIP (Unit Induk Pembangunan) Nusa Tenggara Josua Simanungkalit, dan Manager PLN UPK Flores  Lambok Siregar. (bev/ol)

Leave a Comment