Editorial: Dilema Rumah Sakit

Rumah sakit harus melayani pasien covid-19, tapi di sisi lain rumah sakit juga tetap harus melayani pasien noncovid-19 yang memerlukan perawatan segera.

 

Laju penyebaran pandemi covid-19 semakin mengkhawatirkan. Kemarin, tercatat 13.737 kasus baru. Dengan penambahan itu, total sudah mencapai 1.989.909 kasus covid-19.

Penambahan kasus harian itu, di hilirnya berdampak pada kesulitan pasien mencari rumah sakit rujukan. Tingkat keterisian rumah sakit pasien covid-19 di sejumlah wilayah nyaris penuh. Di daerah tertentu, tingkat keterisian ada yang mencapai 100%.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia Gardenia Partakusuma menyebut keterisian rumah sakit covid-19 sudah masuk kategori merah.

Dampak keterisian rumah sakit yang masuk kategori merah itu seperti bola salju. Paling terkena dampaknya ialah tenaga kesehatan yang kini mulai kewalahan. Bahkan, saat ini sejumlah tenaga kesehatan juga menjadi pasien yang terpapar covid-19.

Rumah sakit menghadapi dilema yang serius. Pada satu sisi, rumah sakit harus melayani pasien covid-19, tapi di sisi lain rumah sakit juga tetap harus melayani pasien noncovid-19 yang memerlukan perawatan segera.

Tidak ada cara lain, harus dilakukan pembenahan secara menyeluruh dari hulu. Tentu saja hulunya ialah kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Penambahan kasus baru saat ini selain dampak munculnya virus varian baru juga akibat libur panjang Lebaran.

Pencegahan penularan covid-19 jauh lebih baik ketimbang berobat. Karena itu, masyarakat harus mematuhi 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi.

Pembatasan mobilitas dan interaksi harus berjalan tegak lurus. Sebab, pada umumnya penularan covid-19 terjadi dalam klaster keluarga, pesta pernikahan, dan tempat wisata. Klaster keluarga harus diwaspadai karena covid-19 sudah menyerang ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

Kasus covid-19 yang terjadi pada anak-anak di Indonesia menjadi yang tertinggi di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan balita menyumbang 2,8% kasus, sedangkan usia 6-18 tahun mencapai 9%.

Tugas kepala daerah untuk mencegah mobilitas dan interaksi warga dengan konsisten menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Sesuai Instruksi Mendagri 13/2021 tertanggal 14 Juni, seluruh desa dan kelurahan harus membentuk posko PPKM yang memiliki fungsi pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung pelaksanaan penanganan covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.

Hulu penanganan covid-19 ialah memastikan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Ketika hulunya lengah, kini terasa dampak di hilir, yaitu tingkat keterisian rumah sakit yang sudah penuh dan tenaga kesehatan mulai kewalahan.

Leave a Comment