Editorial: Masker Dobel Perisai Diri

Ilustrasi penggunaan masker ganda
Ilustrasi penggunaan masker ganda

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), penggunaan masker dobel dapat menurunkan risiko penularan covid-19 hingga 90%.

 

Masker dan vaksinasi tidak terpisahkan untuk melindungi diri. Keduanya menjadi senjata ampuh melawan penyebaran covid-19 yang kian masif. Karena itu, gunakan masker dobel dan ikuti program vaksinasi.

Penyebaran virus korona kian cepat dan masif karena adanya varian baru. Kasus harian covid-19 di Indonesia menembus angka 21.342 pada Minggu (27/6).

Tingkat penyebaran yang tinggi itu mengindikasikan bahwa masker satu lapis sudah tidak mempan lagi. Para ahli menyarankan untuk menggunakan masker dobel sebagai antisipasi penularan covid-19 varian baru, terutama varian delta.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), penggunaan masker dobel dapat menurunkan risiko penularan covid-19 hingga 90%. Hal itu terjadi karena virus atau bakteri akan lebih tersaring ketika mengenakan masker dobel.

Masker dobel disarankan untuk dipakai untuk kegiatan sehari-hari masyarakat di tempat umum. Menggunakan masker kain dan masker bedah. Sebab, penyebaran covid-19 secara cepat melalui percikan droplet, baik saat bersin maupun batuk. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa masker bedah dapat menghalangi partikel udara yang berpotensi menularkan virus korona sebanyak 84,3%. Jika mengenakan dua masker sekaligus, yaitu masker bedah dengan masker kain, perlindungannya bisa meningkat hingga 92,5%.

Selain menggunakan masker dobel, perisai diri paling efektif lainnya ialah vaksinasi. Pemerintah sudah mencanangkan vaksinasi satu juta dosis per hari mulai Juli. Patut diapresiasi target itu lebih cepat tercapai karena pada Sabtu (26/6), pemerintah telah berhasil mencapai target 1,31 juta vaksinasi per hari.

Target vaksinasi tersebut dicapai berkat usaha optimal dan gotong royong Kementerian Kesehatan dengan semua pihak terutama TNI-Polri, pemerintah daerah, serta BUMN dan pihak swasta yang turut membantu. Pada sisi lain, ada antusiasme yang tinggi dari masyarakat untuk ikut program vaksinasi.

Tugas pemerintah selanjutnya tentu saja menjamin ketersediaan vaksin yang dibutuhkan untuk mengakselerasi vaksinasi. Jauh lebih elok lagi jika tempat pelaksanaan vaksinasi itu didekatkan dengan tempat tinggal masyarakat.

Karena itu, sebaiknya vaksinasi dilakukan di seluruh puskesmas di negeri ini. Vaksinasi dilakukan kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau kartu tanda penduduk.

Meski sudah mengikuti vaksinasi, masyarakat tetap disarankan untuk memakai masker dobel. Masker dan vaksin ialah perisai diri jika tidak mau terpapar virus korona yang tidak kelihatan, tetapi dengan cepat mencabut nyawa.

(Sumber: https://mediaindonesia.com/editorials/)

Leave a Comment