Editorial: Menanti Pemanfaatan Bendungan

Bendungan Raknamo, Kabupaten Kupang
Bendungan Raknamo, Kabupaten Kupang

Mega proyek bendungan yang digeber Pemerintahan Jokowi harus bisa disikapi dengan langkah-langkah konkret seluruh stakeholder, terutama pemda agar proyek-proyek besar itu besar pula manfaatnya bagi masyarakat.

 

Masyarakat NTT patut bersyukur memiliki 19 bendungan. Sebagai “provinsi kering” dimana musim hujan rata-rata hanya tiga bulan dalam setahun, kehadiran bendungan sangatlah bermanfaat.

Selain untuk kebutuhan air baku, belasan bendungan yang tersebar di berbagai kabupaten itu bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian, perkebunan dan peternakan.

Sejumlah bendungan merupakan proyek strategis nasional di era pemerintahan Presiden Jokowi, dengan anggaran yang tidak kecil. Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, misalnya, menghabiskan anggaran sekitar Rp760 miliar. Bendungan Napun Gete di Sikka menelan dana Rp800 miliar lebih. Bendungan Rotiklot di Belu, juga tak kecil anggarannya.

Pertanyaan besarnya adalah aspek pemanfaatan bendungan dengan nilai investasi yang mencapai triliunan rupiah itu. Bendungan-bendungan besar itu harus memberikan manfaat yang besar pula kepada masyarakat sekitar.

Pemerintah daerah (pemda), baik provinsi maupun kabupaten mesti memiliki program konkret terkait dengan pemberdayaan petani/peternak yang memanfaatkan bendungan untuk kebutuhan pertanian dan peternakan.

Berapa banyak petani yang diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas pertanian/peternakannya? Bagaimana meningkatkan produktivitas pertanian/peternakan dengan memaksimalkan air dari bendungan?

Berapa banyak warga yang terbebas dari krisis air bersih setelah bendungan itu ada dan beroperasi? Bagaimana “menghadirkan” air bendungan ke pemukiman warga?

Beberapa pertanyaan tersebut bisa dielaborasi pemda untuk menempuh langkah-langkah konkret pemberdayaan masyarakat sekitar bendungan agar ekonominya bisa tumbuh dan meningkat. Tanpa itu, kehadiran bendungan-bendungan besar itu tak memberi manfaat yang besar bagi masyarakat.

Mari belajar dan juga berkaca dari pengalaman pemanfaatan Bendungan Tilong selama ini. Dampaknya terhadap pertanian/peternakan dan penyediaan air baku seperti apa. Jangan sampai hanya sebatas tempat piknik yang sangat minim dampaknya terhadap ekonomi masyarakat sekitar.

Mega proyek bendungan yang digeber Pemerintahan Jokowi harus bisa disikapi dengan langkah-langkah konkret seluruh stakeholder, terutama pemda agar proyek-proyek besar itu besar pula manfaatnya bagi masyarakat. Dan ini yang masih kita tunggu.

Leave a Comment