Forum PRB harus Bersinergi untuk Minimalisir Risiko Bencana

Perwakilan Forum PRB Provinsi NTT Elfrid VT Saneh (tengah), Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD NTT Richard Pelt (kelima dari kanan), dan Kalak BPBD Rote Ndao Diksel Haning (keempat dari kiri), foto bersama Pengurus Terpilih Forum PRB Rote Ndao periode 2021-2024, usai kegiatan penutupan Musda, di aula Graha Narwastu, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Selasa (22/06/2021). Foto: Frangky VN.

Frangky Johannis 

Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Kabupaten Rote Ndao yang baru dibentuk, diharapkan dapat memberikan penguatan dan dukungan kepada pemerintah daerah dalam melakukan pengurangan resiko bencana ke depan.

Demikian arahan perwakilan Forum PRB Provinsi NTT yang juga Ketua Forum PRB Kabupaten Kupang Elfrid VT Saneh saat menutup Musyawarah Daerah (Musda) I Forum PRB Kabupaten Rote Ndao, aula Graha Narwastu, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Selasa (22/06/2021).

Menurut Elfrid, Forum PRB merupakan sarana atau media keterlibatan masyarakat sipil dan unsur BPBD yang berpadu dalam sebuah koordinasi yang aktif dan baik, sehingga ke depan kerja-kerja kebencanaan, mulai dari pra, saat, dan pasca bencana dapat dilakukan secara kolaboratif untuk memberikan manfaat bagi daerah ini.

Ia berharap Forum PRB yang terbentuk ini bukan sekadar ada karena regulasi dan keinginan semata, namun ini merupakan sebuah kebutuhan karena kerja-kerja kebencanaan tidak bisa dilakukan secara parsial (sendiri-sendiri), harus ada sinergitas semua komponen.

“Bagi kami, pengalaman menangani bencana badai Seroja memberikan banyak pelajaran bahwa kerja-kerja kebencanaan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Ke depan dengan hadirnya Forum PRB di Rote Ndao, yang terdiri unsur perbankan, dunia usaha, media, akademisi, LSM, relawan, komunitas, dan berbagai elemen lainnya, diharapkan kerja-kerja kebencanaan sudah lebih baik dalam koordinasi dan kolaborasi,” katanya.

Elfrid juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Rote Ndao beserta jajaran yang telah menjawab kebutuhan masyarakat sipil untuk pembentukan Forum PRB. Terima kasih juga disampaikan kepada BPBD Provinsi NTT dan Program SIAP SIAGA Provinsi NTT yang membatu dan membackup segala keperluan Musda I Forum PRB Rote Ndao, kiranya ke depan kerja sama yang baik ini akan terus dilakukan. Dan yang tak kalah penting adalah terima kasih dan profisiat kepada pengurus Forum PRB Kabupaten Rote Ndao yang baru terpilih.

“Harapan saya kepada pengurus dan anggota Forum PRB agar dalam bekerja didasari oleh ketulusan dan komitmen untuk kepentingan kemanusiaan,” katanya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Rote Ndao Diksel Haning mengatakan, Forum PRB dibentuk dengan konsep ‘pentahelix’ yang terdiri dari pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media ini, akan mampu berkolaborasi dan bekerjasama dalam kegiatan-kegiatan yang terkait dengan mitigasi dan penanggulangan bencana. Sehingga, diharapkan dapat membantu BPBD dalam penanganan kebencanaan di Kabupaten Rote Ndao.

“Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media, diharapkan forum ini akan dapat membantu kerja BPBD dalam penanganan bencana,” kata Diksel.

Sebelumnya, dalam pemilihan pengurus yang dilakukan Senin (21/06/2021) petang, Adelheid da Silva dari unsur Palang Merah Indonesia (PMI), terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Forum PRB Rote Ndao periode 2021-2024.

Adelheid kepada VN mengatakan, setelah pengukuhan akan dilakukan koordinasi dan konsolidasi untuk menggandeng seluruh stakeholders kebencanaan sampai ke desa/kelurahan untuk berperan melaksanakan program kerja pengurangan risiko bencana di Kabupaten Rote Ndao.

Struktur organisasi Forum PRB Kabupaten Rote Ndao yang terbentuk, yakni Dewan Kehormatan Bupati Rote Ndao, Forkopimda, dan Sekda Rote Ndao. Ketua Adelheid da Silva (PMI), Wakil Ketua I Ahmad P Kosso (MUI), Wakil Ketua II R Syaiful Kusuma (Dinas Sosial), Sekretaris Diksel Haning (BPBD), Bendahara Katarina A Hangge (BPBD). Bidang I Advokasi, Regulasi, dan Kebijakan Francklin Johannis (Victory News), Micha Sumule (HI Rote), Ridho Hambandima (CIS Timor), Taroci Theodoris (BPBD). Bidang II Pengembangan Kapasitas dan Manajemen Pengetahuan Melki Dami (Diskominfostat), Aloysius Owon (Relawan), Anderias P Papa (Kopdit Pintu Air), Devid Y Tulle (BPBD), dan Stefen Foeh (Dinas PUPR). Bidang III Partisipasi dan Kelembagaan Chris Lani (Bank NTT), Robby Weo (Bank BNI), Pelipus Lamara (BRI), dan Ridjon Ndoen (BPBD). Bidang IV Pengembangan Organisasi Jeskiel Nalle (BPBD), Ferdy A Dami (Dinas PKPLH), dan Folkes Panie (Dinas Pertanian).

Untuk diketahui, pengukuhan Badan Pengurus Forum PRB Kabupaten Rote Ndao akan dilaksanakan setelah diterbitkannya SK Bupati Rote Ndao. Saat ini BPBD masih melakukan koordinasi dengan Bagian Hukum Setda Rote Ndao untuk melakukan penyesuaian SK penetapan pengurus hasil Musda I untuk ditetapkan dalam SK Bupati. (yan/ol)

Leave a Comment