GeNose sudah tak Berlaku untuk Penerbangan di Bandara El Tari

Putra Bali Mula

 

Bandara El Tari Kupang, Provinsi NTT tidak lagi memberlakukan GeNose sebagai syarat bagi penumpang untuk dapat bepergian lewat penerbangan.

Beberapa petugas di Bandara El Tari Kupang pada Jumat (23/7) kepada VN membenarkan hal tersebut. Syarat penerbangan yang belaku bagi calon penumpang adalah hasil rapid test antigen dan/atau PCR.

Rapid antigen digunakan untuk penerbangan antar daerah di NTT sementara PCR wajib untuk penerbangan dari wilayah NTT ke provinsi lainnya.

Sedangkan alat deteksi cepat Covid-19 yang ditemukan Prof Drs Kuwat Triyono asal Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni GeNose ini tidak berlaku.

“Selama PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masayarakat) inii(GeNose tidak berlaku),” jawab salah satu petugas di pos validasi Bandara El Tari Kupang.

Aturan ini diikuti pula oleh maskapai penerbangan misalnya Lion Air Group. Danang Mandala Prihantoro selaku Corporate Communications Strategic dalam keterangannya menyebut rapid antigen dan PCR menjadi syarat penerbangan.

“Ini berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Surat Edaran No. 15 dan Surat Edaran No. 53,” kata dia.

Surat Edaran dimaksud adalah Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 14 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Instruksi Menteri Dalam Negeri, Surat Edaran Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, serta instrumen hukum lainnya.

Sebelumnya GeNose dapat digunakan di Bandara El Tari Kupang mulai 28 April lalu dengan biaya Rp50 ribu untuk sekali pengambilan sampel. Penggunaan ini diresmikan di halaman parkir bandara tersebut oleh GM Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Iwan Novi Hantoro. Sejak itu masyarakat dapat memilih dengan lebih leluasa jenis tes dan harganya yang diinginkan di antaranya PCR, Rapid Antigen atau GeNose. (Yan/ol)

Leave a Comment