Gudang Berpendingin Bantuan Kemendes di Sikka Mubazir

Rumah-rumah para nelayan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Foto: Gabriel Langga/MI
Rumah-rumah para nelayan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Foto: Gabriel Langga/MI

 

Pembangunan gudang bependingin (cold storage), bantuan dari Kementerian Desa (Kemendes) di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, sampai saat ini tidak dapat difungsikan atau mubazir sejak 6 tahun lalu.

Pantauan, Kamis (3/6), gudang berpendingin ini dibangun dekat pantai persisnya di belakang Pabrik Es Nangahale milik Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sikka. Saat ini gudang berpendingin yang dibangun dengan dana hingga miliaran rupiah ini dikelilingi rumput liar yang sedikit lagi menutup lokasi itu. Tidak ada pihak yang merawat atau bertanggung jawab atas bantuan itu.

Salah satu warga sekitar Nangahale, Edi menilai pembangunan cold storage tidak didukung perencanaan yang baik dari Kemendes sehingga alat tersebut rampung tetapi tidak difungsikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di sini.

“Kalau tidak salah itu dibangun tahun 2016. Kalau tidak salah akan dikelola oleh Bumdes Bersama. Tetapi sejak pembangunan cold storage itu selesai, sampai saat ini tidak digunakan,” ujar Edi.

Ia mengaku akibat tidak digunakan, bangunan gedung pendingin itu sekarang penuh dengan rumput.

“Kemungkinan alat tersebut sudah rusak karena dibiarkan lama dan tidak digunakan. Sekarang bangunan ini dikelilingi oleh rumput-rumput liar. Sayang sekali dana begitu besar tetapi tidak bisa digunakan,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Nangahale Sahnudin mengatakan bantuan itu diterima dari Kementerian Desa waktu dirinya belum menjabat sebagai kepala desa.

“Pembangunan cold storage itu diserahkan kepada Bumdes Bersama yang dikelola oleh Desa Kojadoi dan Nangahale. Kalau tidak salah bangunan itu dibangun tahun 2016. Kalau soal anggaran pembangunan itu saya tidak tahu pasti karena waktu itu saya belum menjabat kepala desa,” tandas dia.

Ia mengaku gudang berpendingin itu belum pernah digunakan oleh pihak Bumdes. Ia tidak tahu alasan tidak menggunakannya untuk kepentingan nelayan.

Sementara itu, Kepala Desa Kojadoi, Hanawai saat dikonfirmasi menceritakan, pada tahun 2016, Bumdes Bersama antara Desa Kojadoi dan Nangahale mendapatkan bantuan dua fasilitas dari Kementerian Desa yakni kapal dan cold storage. Untuk kapal diserahkan kepada desanya. Sementara cold storage dibangun di Desa Nangahale dengan sistem pengelolaan oleh Bumdes Bersama.

Ia membenarkan kalau cold storage itu sampai saat tidak digunakan untuk kepentingan nelayan.

“Kalau kapal saya kelola di Desa Kojadoi. Sementara cold storage itu saya sendiri juga tidak tahu mengapa tidak bisa digunakan sampai saat ini padahal dibangun dari 2016. Karena yang kerjakan itu bukan dari kita. Kita langsung terima jadi. Semuanya itu anggaran dari pusat,” pungkas Hanawai. (mi/ari)

Leave a Comment