Guru Senior SMA/SMK bakal Diberikan Nomor Unik

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi (tengah) pose bersama para guru SMA dan SMK Muhammadiyah Kupang usai melakukan kunjungan, Sabtu (24/7) pagi. Kekson Salukh

Kekson Salukh

SMA/SMK Negeri maupun Swasta di Provinsi NTT diminta mengusulkan guru-guru yang sudah lama mengabdi untuk dibuatkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
Permintaan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi saat berkunjung ke SMA dan SMK Muhammadiyah Kupang, Sabtu (24/7) pagi.

Menurut Linus, masih banyak guru sekolah Swasta maupun Negeri yang belum memiliki NUPTK sehingga harus segera diusulkan untuk dibuatkan NUPTK, karena NUPTK memiliki banyak manfaat.

“Banyak guru-guru swasta Yayasan sudah mengabdi lama tetapi belum ada NUPTK sehingga ini harus diperhatikan, dan diusulkan oleh sekolah untuk segera di proses,” pintanya.
Selain NUPTK, Linus juga meminta sekolah untuk mengusulkan pembuatan Nomor Unit Kepala Sekolah (NUKS) dan Nomor Unik Pengawas (NUP).

Lebih lanjut Linus mengatakan kunjungan ke SMA dan SMK Muhammadiyah Kupang untuk memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM), serta mendorong pemanfaatan lahan sekolah untuk kepentingan banyak orang.

“SMK Muhammadiyah Kupang ini memiliki alumni yang sudah mencapai ribuan, dan bekerja di berbagai instansi, baik swasta maupun negeri sehingga sekolah ini harus terus dikembangkan dengan baik,” tandasnya.

Ia berharap SMA dan SMK Muhammadiyah dapat berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di NTT.

Ia menambahkan, perlu kolaborasi mutu antara SMA dan SMK Muhammadiyah. Sekolah juga harus kreatif agar meningkatkan pendapatan sekolah melalui wirausaha.

Guru Bimbingan Konseling SMA Muhammadiyah Kupang, Ridwan mengatakan, banyak guru SMA Muhammadiyah Kupang yang sudah mengabdi lama namun memiliki NUPTK.

Ridwan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT untuk memberikan kuato bagi tes PPPK juga bagi guru-guru swasta. Lantaran, selama ini guru PPPK itu hanya diprioritaskan bagi guru sekolah Negeri.

Operator SMK Muhammadiyah, Mariana mengaku sudah mengusulkan nama guru-guru yang mengabdi lebih dari dua tahun untuk dibuatkan NUPTK namun kendala itu sering terjadi ketika usulan sampai ke LPMP.

“Kami sudah usulkan nama-nama guru tapi di dinas tidak ada kendala, Kendala itu di LPMP yang kadang mereka bilang kurang SK dan sebagainya. Guru di sini saling membantu dalam memberikan pelayanan pelajaran,” ujarnya. (ari/yan/ol)

Leave a Comment