Hadapi Varian Baru, Posko Covid SBD Perketat Pintu Masuk

Ketua posko, Matias Djenga (Baju Putih bermasker) saat memantau penerapan prokes di SPBU di Wilayah Sumba Barat Daya. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Frengky/VN
Ketua posko, Matias Djenga (Baju Putih bermasker) saat memantau penerapan prokes di SPBU di Wilayah Sumba Barat Daya. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Frengky/VN

 

Frengky Keban

Merebanknya kasus Covid varian Delta membuat Pemkab Sumba Barat Daya (SBD) di Provinsi NTT memperketat pengawasan di pintu masuk.

Penumpang yang berasal dari luar daerah diwajibkan memiliki surat keterangan rapid antigen.

“Kemarin sudah dilakukan pertemuan bersama Kepala Bandara Tambolaka dan Syahbandar Waikelo tentang pengawasan pintu masuk dimana penumpang yang datang dari luar entah datang dari Kupang, Bali dan lain sebagainya harus bisa menunjukkan surat keterangan rapid antigen,” tegas Ketua Posko Covid 19 Tingkat Kabupaten, Matias Djenga kepada VN, Rabu (23/6) malam..

Menurutnya, aturan ditetapkan untuk antisipasi penyebaran Covid-19 dan variannya.

Ia mengapresiasi pihak Bandara Tambolaka yang langsung berkoordinasi dengan bandara di Kupang maupun Bali untuk menyampaikan kewajiban itu bagi para penumpang.

Ia menambahkan, pihaknya komit dan siap melakukan penanganan jika ada kasus di bandara maupun pelabuhan.

“Kita hanya menunggu laporan dari mereka. Kalau ada temuan nanti kita pergi jemput untuk dibawa ke tempat pemeriksaan. Memang selama ini kalau kita mau lihat baik, ada kelonggoranlah. Di bandara misalnya tidak ada itu pengecekan rapid antigen hanya pengecekan suhu semata. Sehingga saat kami bertemu mereka (bandara) sangat antusias sekali malah siap membantu kerja tim Covid tingkat kabupaten,” tambahnya.

Sementara Plh Kepala Syahbandar Waikelo Antonius Langkamau menyatakan siap mendukung kebijakan Pemkab SBD.

“Di lapangan kami tetap berkoordinasi dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Bila di lapangan ditemukan penumpang yang masuk via pelabuhan Waikelo tidak menunjukan surat keterangan negatif rapid antigen maka kami berkomitmen untuk menahannya dan diserahkan ke KKP agar dilakukan koordinasi dengan Satgas Kabupaten. Nanti mereka dijemput dan rapid di RS Redambolo,”ujarnya. (bev/ol)

Leave a Comment