Hanya Alor dan Sikka Kantongi Sertifikat IG Tenun Ikat

Salah satu tenun ikat dari Kabupaten Sikka.

Putra Bali Mula

NTT merupakan daerah yang memiliki aneka ragam tenun ikat dengan motif yang berbeda-beda. Sayangnya, hingga saat ini baru Kabupaten Alor dan Sikka yang telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG).

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, melalui Kasie Pengawasan dan pengendalian Industri, Marcelina Kopong, Kamis (10/6).

Menurutnya, kabupaten lainnya yang sudah mengajukan proses sertifikat IG yakni TTS, Sabu Raijua, Ende, Lembata, seluruh Manggarai Raya, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Alor dan Sikka. Setelah itu akan menyusun buku atau dokumen Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) untuk mendapat Sertifikasi Indikasi Geografis.

“Teman-teman kabupaten harus benar membantu kami,” kata dia.

Kabupaten Sikka, kata dia, memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis Tenun Ikat Sikka pada saat puncak peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia tanggal 26 April 2017 di Ball Room Hotel Indonesia Kempinski Jakarta Pusat.

“IG tergantung dari kesadaran bersama karena contoh kasus di Sikka misalnya IG diurus oleh LSM,” ungkapnya.

Sertifikat Indikasi Geografis Tenun Ikat Sikka diserahkan oleh Plt. Dirjen Kekayaan Intelektual, Aidir Aimin Daud saat itu.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Alor yang telah mendapatkan Indikasi Geografis jauh-jauh hari. Menurutnya kesadaran dan rasa memiliki setiap pemerintah daerah atas kekayaan intelektual warisan nenek moyang ini dapat dijaga dengan adanya IG ini. Dan setiap daerah perlu membuatnya.

Terkait jumlah motif di NTT sendiri, kata dia, hanya bisa dipastikan apabila semua daerah mendapat IG untuk tenun ikat di wilayah masing-masing. Dalam penyusunan MPIG akan dilihat berapa banyak tepatnya motif yang terdapat dalam satu jenis tenun beserta arti dan filosofinya. (Yan/ol)

Leave a Comment