Herman Herry Bicara Moral, Harga Diri, dan Penegakan Hukum Bermartabat

Putra Bali Mula

Moral, martabat dan penegakan hukum yang tegas menjadi topik paling banyak disampaikan pengusaha asal NTT, Herman Herry, Rabu malam (23/6) saat menjamu Menteri Investasi Bahlil Lahadahlia, di Hotel Sotis Kupang, miliknya.

Herman Herry yang juga merupakan Ketua Komisi III DPR RI ini menekankan moral adalah hal utama baik sebagai politisi dan pengusaha.

“Jadi orang penting tapi tidak punya moral juga tidak ada guna,” sebut dia.

Menurut dia, moral yang baik adalah seperti Menteri Investasi Bahlil Lahadahlia yang melakukan silahturahmi bersama Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsyad Rasyid saat itu. Untuk diketahui Arsyad dalam kunjungan itu juga sedang mencalonkan diri sebagai Calon Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia.

Kepentingan dunia politik, tukas Herman, berbeda dengan dunia usaha dan sebagai anggota DPR RI empat periode, lanjutnya, ia paham perbedaan itu.

Ia mengaku merintis usaha kecil diawal masa reformasi dan sempat mengalami kesulitan di zaman orde baru itu. Empat puluh tahun berwirausaha dan akhirnya menjadi politisi senayan. Ia bangga menjadi salah satu orang berpengaruh dalam mengatur kebijakan di Indonesia.

“Tapi hari ini dari seorang pengusaha bisa menjadi orang yang ikut atau mengambil bagian mengatur republik ini,” tukas Herman Herry.

Ia mencontohkan pengusaha yang sukses di dunia politik adalah Presiden Indonesia Joko Widodo, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang hadir saat itu.

Pria yang mendekati umur 60 tahun ini juga menyebut palu pengakan hukum dalam genggamannya. Soal penegakan hukum dan investasi diakui tidak dapat dipisahkan.

“Bicara investasi sangat berkaitan erat dengan penegakan hukum. Tanpa penegakan hukum yang bermartabat investasi hancur. Tanpa investasi hukum apa yang mau ditegakkan? Rakyat butuh makan, butuh lapangan kerja,” ujar dia.

Ia tidak ingin KADIN dipolitisasi tetapi lebih menjadi fasilitator antara dunia pengusaha dengan pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat.

“Kalau Ketua KADIN-nya punya moral, kehormatan, punya harga diri dan menghargai apa yang namanya baik dan legacy saya sangat yakin dunia usaha ada harapan kami pengusaha di NTT,” jelasnya.

Menurut dia PDIP adalah partai rakyat kecil yang membesarkannya. Namun, bagi dia politisi adalah sambilan dan ia adalah pengusaha. Untuk itu, ia minta KADIN agar NTT bisa dirangsang dan didukung agar muncul investor-investor baru. (bev/ol)

Leave a Comment