Hery Nabit Dorong 2 Desa di Cibal jadi Desa Wisata Tenun

Bupati Manggarai,Herybertud G.L Nabit

Gerasimos Satria

 

Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit atau yang biasa disapa Hery Nabit mendorong Desa Lando dan Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT, untuk ditetapkan sebagai Desa Wisata Tenun.Upaya mengembangkan desa wisata tenun sebagai program unggulan untuk menjadikan Dua desa di Kecamatan Cibal itu sebagai pembangkit perekonomian masyarakat desa.

Hery Nabit kepada media ini,Senin (6/9) mengatakan, Desa Lando dan Bea Mese didorong menjadi Desa Wisata Tenun karena hampir 100 persen masyarakat Dua desa itu merupakan penenun.Masyarakat pada Dua desa itu sejak lama memiliki keahlian untuk menenun berbagai macam motif tenun manggarai.

Dia menyampaikan, penetapan Desa Lando dan Bea Mese sebagai Desa Wisata Tenun bertujuan memperkuat perekonomian masyarakat di dua desa itu.Bergeraknya Dua desa wisata tenun nantinya dipastikan akan memberi dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Setiap hari, kata dia, ibu-ibu rumah tangga di Desa Lando dan Bea Mese beraktivitas tenun. Pemasaran hasil tenun masyarakat pada dua desa itu selama ini dilakukan di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat dan Ruteng,ibukota Kabupaten Manggarai. Kwalitas kain songke hasil tenun ibu-ibu rumah tangga pada dua desa itu sangat baik.

Menurutnya, dengan ditetapkan Desa Lando dan Bea Mese sebagai Desa Wisata Tenun,penenun di wilayah itu nantinya mampu menarasikan motif kain tenun.Dimana penenun menjelaskan narasi kain songke hasil tenun kepada wisatawan atau pengunjung.

Akses wisatawan yang ingin ke Dua Desa Wisata Tenun membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit.Wisatawan atau pengunjung nantinya dapat melihat langsung aktivitas menenun berbagai motif songke oleh masyarakat pada dua desa wisata tenun tersebut.

Tanam Kapas

Penenun di Dua desa itu menenun dengan pewarna alami. Kedepanya,penenun di Desa Lando dan Bea Mese akan membeli kapas dan benang di Kecamatan Satar Mese.Dalam waktu dekat 50 hektare lahan di Kecamatan Satar Mese akan ditanam Kapas sebagai bahan baku untuk tenun.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai mulai gencar menata destinasi wisata di wilayah Kabupaten Manggarai.Destinasi wisata Wae Rebo dan Todo akan dijadikan destinasi wisata contoh untuk melestarikan budaya manggarai.Wae Rebo merupakan kelestarian budaya yang menarik wisatawan.

“Wae Rebo menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk melestarikan budaya.Manggarai merupakan pusat budaya dari Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur.Kita akan bangun terminal di bawa kaki gunung di Wae Rebo,sebagai tempat untuk parkir kendaraan wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata Wae Rebo”ujar Hery Nabit. (Yan/ol)

Leave a Comment