HIMPSI NTT Bahas RUU Praktek Psikologi Dengan DPR RI

Putra Bali Mula

Himpunan Psikolog (HIMPSI) Daerah NTT melakukakn audensi virtual dua anggota Komisi X DPR RI Dapil NTT yakni Anita Jacoba Gah dan Andreas Hugo Pareira tentang RUU (Rancangan Undang-Undang) Praktik Psikologi.

Audiensi ini dilakukan pada Senin (26/7) pukul 11.00 Wita dan diikuti pengurus dan anggota HIMPSI Wilayah NTT.

Andriyanie Lay Ketua HIMPSI NTT mengatakan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) sudah berdiri sejak tahun 1959 atau 62 tahun lalu. Sementara HIMPSI Wilayah NTT sudah terbentuk sejak 18 tahun lalu. Musyawarah pertama dilaksanakan tahun 2006. Anggota yang aktif saat ini 26 orang, 12 ilmuwan dan 14 psikolog.

Anita Jacobah Gah dalam kesempatan itu menyampaikan rancangan undang-undang sudah mulai dibahas di Komisi X membutuhkan masukan dari para psikolog.

Ia membutuhkan masukan konkret dari HIMPSI NTT terkait RUU ini pasal demi pasal, bab per bab, untuk langsung mebedah dan mendapat masukan dari NTT. Anita sendiri berada dalam panitia kerja.

“Apa yang dibutuhkan psikolog NTT pasti dibutuhkan di Indonesia karena rancangan undang-undang ini untuk semua psikolog,” kata dia.

Andreas Hugo Pareira pada kesempatan yang sama mempertanyakan profesi ini dengan semua anggota yang sudah bergabung.

“Hal-hal ini seperti apakah harus ditata?,” kata dia.

Ia ingin lebih banyak mendengar pandangan daerah dan kepentingan dunia profesi psikolog NTT sehingga kalau undang-undang ini jadi dapat mendorong praktek psikolog di NTT.

“Supaya kita tahu kebutuhan psikolog NTT dan tindaklanjutnya,” sambungnya.

Masukan dari NTT akan ia sampaikan dalam sidang di senayan. Ia juga menyampaikan negara belum ambil banyak berperan dalam kesehatan jiwa dan psikis masyarakat. Ia ingin pemeriksaan psikis dapat juga ditanggung BPJS Kesehatan sehingga dapat membantu masyarakat.

“Saya belum melihat sikap dan tanggung jawab negara terhadap kesehatan psikologi sehingga merata ke seluruh wilayah. Kesehatan jiwa itu tanggung jawab negara juga,” ungkapnya.

Santi Soengkono selaku Penasehat HIMPSI NTT menyebut dengan makin kompleksnya kehidupan masyarakat, maka peran psikolog akan sangat dibutuhkan.

Ia berharap praktik psikolog untuk NTT ditangani secara profesional dan bertanggung jawab oleh mereka yang memang berprofesi sebagai psikolog dan tidak dilakukan oleh mereka yang tidak berprofesi sebagai psikolog. (bev/ol)

Leave a Comment