Hindari Cluster Vaksinasi, Kejari TTU Inisiasi Daftar Online

Suasana proses vaksinasi di Kantor Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Provinsi NTT.

Gusty Amsikan
Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU), NTT bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU menggelar vaksinasi covid-19. Pelaksanaan vaksinasi kali ini dilakukan dengan menerapkan pendaftaran secara online.

Hal tersebut bertujuan menghindari kerumunan warga yang bisa berpeluang menimbulkan cluster baru penyebaran covid-19. Langkah yang diambil pihak Kejari TTU itu juga sebagai bentuk dukungan terhadap program satu juta vaksin per hari yang dicetuskan Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Roberth Jimmy Lambila, kepada media ini, Selasa (13/7) di Kefamenanu, di sela-sela proses vaksin.

Roberth mengatakan, pelaksanaa vaksinasi tahap pertama bagi 150 orang warga yang telah mendaftar berjalan dengan tertib karena prosesnya diawali dengan pendaftaran online.

Menurut Roberth, pihaknya melihat bahwa dalam pelaksanaan vaksinasi di lokasi lain terjadi penumpukan orang yang berpeluang menimbulkan cluster baru penyebaran covid-19. Padahal, kegiatan vaksinasi bertujuan untuk menekan angka penyebaran covid-19. Hal tersebutlah yang mendorong Kejari TTU untuk mengaplikasikan pendaftaran online, sehingga warga yang datang ke lokasi pelaksanaan vaksin adalah yang benar-benar terdaftar.

“Saya minta teman-teman membuat aplikasi khusus untuk menerima pendaftaran. Jadi, melalui aplikasi yang dikembangkan oleh tim IT di sini, masyarakat bisa mengakses dan mendaftar melalui itu. Dengan demikian tidak terjadi penumpukan. Orang mendaftar sehari atau dua hari sebelumnya dan tahu dengan pasti namanya ada  baru dia datang. Animo masyarakat sekarang stinggi jadi dipastikan akan terjadi penumpukan. Kita tidak bisa membendung itu,”ungkapnya.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi selanjutnya.

“Kita akan terus bangun komunikasi dengan Dinas Kesehatan, jika memang masih membutuhkan fasilitas maka kita membuka diri. Jika tempat ini dianggap cukup representatif untuk pelaksanaan vaksin ya silakan digunakan,”pungkasnya. (Yan/ol)

Leave a Comment