Hindari Sabotase Zonasi, Dinas Pendidikan Kupang Pakai Data Disdukcapil

Putra Bali Mula

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumuliahi Djami mengatakan pihaknya akan berupaya meminimalisasi kecurangan terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi. Upaya yang dilakukan adalah menggandeng Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil Kota Kupang untuk memastikan data valid.

Djami menegaskan ini dalam virtual meeting dengan Ombudsman RI Perwakilan NTT, Jumat (18/6), agar tidak terjadi lagi keributan perkara zonasi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ia tidak ingin ada ketimpangan lagi yang terjadi di Kota Kupang seperti yang dikhawatirkan Ombudsman NTT. Misalnya, ada beberapa SMP seperti SMPN 1 dan 2 yang direbut peminat tanpa melihat zonasi.

Hal ini dilakukan sebab terdapat persyaratan keempat dalam PPDB yang disinyalir dapat menjadi celah sabotase. Ada satu ketentuan yang mengharuskan orang tua menggunakan keterangan domisili apabila Kartu Keluarga hilang.

Ketentuan ini yang dikhawatirkan karena dapat dimanfaatkan pihak tak bertanggung-jawab, melakukan manipulasi, agar dapat memilih sekolah yang diinginkan tapi tak sesuai sistem zonasi.

“Sehingga untuk menghindari itu pihaknya akan bekerjasama langsung dengan Disdukcapil,” kata Dumul.

Bukannya tak percaya dengan perangkat pemerintah tingkat hilir karena surat domisili diteken oleh RT RW bahkan Lurah. Menurutnya verifikasi adalah esensi dari sinergitas dua instansi ini saat PPDB berlangsung.

“Bukan kita tidak percaya lurah atau RT RW tapi kita ingin konfirmasi bahwa data itu akurat,” kata dia.

Untuk setiap yang mendaftar menggunakan surat keterangan domisili, ulang Dumul kembali, akan diverifikasi lagi ke Disdukcapil Kota Kupang apakah valid atau tidak domisili tersebut.

Sementara yang dapat mendaftar sekolah di luar zonasi adalah yang khusus pada jalur afirmasi dan prestasi. Jalur afirmasi harus diikuti oleh yang memiliki kartu PKH atau KIS atau KIP dengan menunjukkan dokumen asli selain yang sudah di-fotocopy.

Jalur khusus afirmasi ini dapat masuk ke SMP manapun tanpa melalui zonasi. Sementara untuk jalur prestasi dibuktikan dengan penghargaan tingkat provinsi, kota kabupaten atau nasional yang pernah diraih. Jalur ini diberikan kebebasan masuk sekolah mana saja tanpa melihat zonasi.

Leave a Comment