Hujan di Musim Kemarau! Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi

Putra Bali Mula

 

Hujan masih terjadi beberapa waktu belakangan ini di wilayah Kota Kupang, NTT meskipun intensitasnya tidak signifikan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi menjelaskan ini.

Agung yang dihubungi VN Sabtu (26/6) membenarkan adanya potensi hujan ringan di bulan Juni ini. Potensinya hingga beberapa waktu ke depan.

“Update untuk kondisi cuaca untuk beberapa hari ke depan masih terdapat potensi hujan ringan,” kata dia.

Menurut dia, hujan yang terjadi di masa yang umumnya musim kemarau ini dipengaruhi oleh faktor seperti gelombang equator. Beberapa faktor lain juga menjadi penyebab fenomena hujan bulan Juni ini.

“Kondisi ini disebabkan karena adanya pelemahan monsun timuran dan juga sedang aktif gelombang equator di wilayah NTT serta didukung juga dengan kondisi anomali SST (Sea Surface Temperature) positif yang menggambarkan ada banyaknya penguapan di wilayah NTT,” jelasnya.

Tidak saja NTT, wilayah Indonesia lainnya juga mengalami hal serupa. Peneliti Klimatologi PSTA-Lapan, Erma Yulihastin mengatakan, fenomena hujan di bulan Juni terjadi akibat anomali musim kemarau yang cenderung basah.

“Pembentukan vorteks di Samudra Hindia sangat intensif sejak awal Juni. Hal itu diprediksi bertahan sepanjang periode musim kemarau, sehingga berpotensi menimbulkan anomali musim kemarau yang cenderung basah sepanjang bulan Juli-Oktober,” ujar Erma secara terpisah lewat keterangan tertulis, Senin (21/6). (Yan/ol)

Leave a Comment