Ibarat Melawan Belanda Part II

PERTEMUAN Timnas Republik Ceko kontra Timnas Denmark di babak Perempat Final Euro 2020, Minggu (4/7) pukul 00.00 Wita, ibarat pasukan Jaroslav Silhavy menghadapi Oranje, Belanda part II.

Penampilan gemilang The Dinamit Denmark dalam dua laga terakhir di penyisihan Grup B yakni menghajar Rusia 4-1 dan Wales 4-0, membuat anak-anak asuhan Kasper Hjulmand digadang-gadang telah punya tipe permainan menyerang ala Belanda.

Para pengamat bola Eropa bahkan tidak menjadikan rekor pertemuan Republik Ceko vs Denmark dalam dua edisi putaran final EURO (2000 dan 2004) yang dimenangkan Republik Ceko, sebagai alasan kuat, Denmark akan kembali takluk.

Kolektifitas permainan Denmark tumbuh dan berkembang selepas dikalahkan Finlandia 1-0 di hari pembuka dimana Christian Ericksen ambruk di Stadion Karpen, Kopenhagen 12 Juni lalu.

Kegemilangan duet striker Denmark Mikkel Damsgaard dan Kasper Dolberg, dianggap lebih berbahaya ketimbang duet striker Republik Ceko yaitu Patrik Schick dan Tomas Holes. Schick dan Holes adalah pencetak gol yang menumbangkan Belanda 2-0 di babak 16 Besar lalu.
Bahkan Sture Sando, reporter Denmark menganalisa bahwa Denmark sedang melaju, dan mereka terbang dengan dukungan seluruh rakyat Denmark. Ini bakal menjadi modal sangat besar menghadapi Ceko.

“Tidak boleh remehkan Ceko, tetapi tidak ada ketakutan bahwa pelatih Kasper Hjulmand dan timnya takut. Duet Damsgaard dan Dolberg akan menjadi andalan Denmark dan kejutan keduanya belum selesai dan akan berlanjut,” tulisnya.

Kasper Hjulmand, pelatih Denmark mengakui bahwa Ceko akan tampil kuat dan kokoh. Tapi pertandingan besok adalah kesempatan yang mungkin tidak akan pernah dimiliki lagi dan Denmark siap mewujudkannya.

Ceko Punya Resep

Bagaimana dengan Republik Ceko? Ondcej Zlamal, reporter Republik Ceko memperkirakan pertandingan akan seru karena melibatkan dua tim yang sama-sama punya semangat tim dan etos kerja yang kuat.

Yang membedakan hanyalah seberapa ampuh kedua pelatih menyiapkan taktik di lapangan. Disebut-sebut, Jaroslav Silhavy sudah memiliki resep yang jitu untuk mengalahkan Denmark.

Dengan melihat formasi pemain Denmark (4-3-3), Silhavy kembali akan memakai formasi 4-3-2-1 yang merupakan pengembangan dari 4-1-4-1 yang digunakan ketika melawan Belanda. Dengan menumpuk 3 gelandang murni dan 2 gelangan serang di lini tengah, Silhavy ingin agar pergerakan tiga gelandang serang Denmark dimatikan.

“Denmark sangat kuat sebagai sebuah tim, gaya mereka mirip dengan kami. Kami harus menandingi mereka dalam komitmen dan pendekatan. Satu kesalahan sederhana dapat menentukan keseluruhan pertandingan. Saya yakin kamilah yang akan menentukan (alur serangan di lini tengah),” ujar Silhavy.

Gelandang Republik Ceko Antonin Barak mengaku telah mengikuti pertandingan Denmark sepanjang turnamen dan pelatih sudah tahu bagaimana mereka bermain. “Mereka memiliki tim yang seimbang dan memainkan gaya yang menarik, tapi kami sudah punya resep,” kata
pemain 26 tahun yang bermain di Hellas Verona Italia itu. (paa/pol/E-1)

Leave a Comment