Idul Adha, Momen Berkurban untuk Masyarakat, Bangsa dan Agama

Suasana penyembelihan hewan kurban di Masjid Jami Al Muhajirin, TTU, Selasa (20/7). Foto: Gusty Amsikan/vn.

Gusty Amsikan

Momentum Hari Raya Idul Adha di tengah pandemi covid-19 harus digunakan Umat Muslim di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT untuk berkurban demi kebaikan masyarakat, bangsa dan agama. Hari Raya Idul Adha juga harus dijadikan sebagai momentum berefleksi, bermawas diri dan berprasangka baik.

Demikian pesan iman yang disampaikan Imam Masjid Jami Al Muhajirin, Haji Muhammad Ismail Jazuli, kepada media ini, Selasa (20/7) di Kefamenanu.

Jazuli mengatakan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di Masjid Jami Al Muhajirin, berjalan dengan baik dan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang sangat ketat. Umat yang terlibat dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban dibatasi dan diwajibkan menerapkan 5M. Pengurus masjid  juga memasang baliho yang berbunyi ‘Pastikan Anda sehat sebelum memasuki wilayah ini’. Penerapan protokol kesehatan tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan cluster baru penyebaran covid-19.

Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di tengah pandemi covid-19 harus menjadi momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Umat Muslim harus berefleksi, bermawas diri, dan berprasangka baik. Pasalnya, saat ini, seluruh umat manusia tidak hanya memerangi virus covid-19, tetapi juga virus ketidakpercayaan, mental menjelekkan pemerintah dan masyarakat, hoax, dan masalah korupsi. Umat Muslim diharapkan dapat berkurban dengan tenaga, pikiran, dan harta benda untuk kebaikan masyarakat, bangsa dan agama.

“Untuk seluruh Umat Muslim, mari kita kuatkan iman kita dan berprasangka yang baik. Ayo kita berkurban dengan tenaga, pikiran, dan harta benda untuk kebaikan masyarakat bangsa dan agama. Bersedakahlah dengan apa yang kamu miliki, mari pada momentum hari raya kurban ini kita mengikuti ajaran yang disampaikan Nabi  Ibrahim agar berkurban dengan tulus ikhlas tanpa pamrih hanya karena mengharap ridho dan rahmat dari Allah,”ungkapnya.

Ketika ditanyai terkait jumlah hewan kurban yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, Jazuli menjelaskan terjadi penurunan jumlah hewan kurban hingga 60 persen dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun demikian, pihaknya bersyukur karena ada bantuan dari Pemerintah Pusat, DPR RI, dan kepolisian. Tahun ini, pihak Masjid Jami Al Muhajirin menyembelih 18 ekor sapi dan 62 ekor kambing. Daging kurban tersebut dibagikan kepada 1.700 kepala keluarga dan diutamakan kepada fakir miskin serta masyarakat yang terdampak covid-19.

Sementara Ketua Majelis Ulama Kabupaten TTU, Haji Muhammad Ali Kosah, mengimbau masyarakat khususnya Umat Muslim agar semakin sadar untuk menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19. Masyarakat khususnya Umat Muslim juga harus lebih bertaqwa dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Terkait pelaksanaan Sholat Idul Adha, menjelaskan sesuai edaran Kementerian Agama, Sholat Idul Adha di wilayah zona merah dilaksanakan di rumah masing-masing. Sementara penyembelihan hewan kurban  berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan qurban. (Yan/ol)

Leave a Comment