Ikatan Cinta Antara Animasi, Narasi dan Eksotika NTT

Putra Bali Mula

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT menggelar talkshow online mengenai animasi dan narasi mengenai eksotika NTT. Acara ini dikemas dalam talkshow virtual bertajuk Ikatan Cinta Antara Animasi, Narasi dan Eksotika NTT.

Talkshow virtual yang berlangsung via zoom, Kamis (15/7) menghadirkan Cundra Setiabudhi selaku Animation Film Maker, Chandra Endroputro yang juga Animation Film Maker, dan Djarot Lukas Judyantoko Wirausaha dan Seniman.

Prof. Intiyas Utami yang merupakan Staf Khusus Gubernur NTT menjadi host dalam talkshow itu ditemani Martin Enggu.

Judul talkshow itu, kata Intiyas, terinspirasi dengan sinetron yang lagi trend saat ini untuk memikat peserta dimana eksotika NTT menjadi salah satu tagline-nya.

“Kita belajar membuat narasi yang bisa membuat orang tertarik,” kata dia.

Tujuan talkshow ini untuk mengetahui cara membuat kekuatan konten lokal eksotika NTT dikemas dalam animasi untuk media promosi dan narasi yang memikat.

Chandra Endroputro menyampaikan animasi sangat dekat dengan dunia pariwisata dan eksotika akan jauh lebih menarik dengan story telling untuk dapat mengajak orang lain untuk datang sendiri.

Ia mencotohkan berbagai tempat yang dikunjungi tokoh Rangga dan Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2 menjadi tempat kunjungan menarik begitu film itu meledak di pasaran. Narasi dan animasi seperti ini adalah contoh yang memikat.

Contoh lainnya seperti kain tenun Sumba yang diangkat dengan cerita para penenun. Kekuatan narasi seperti bagaimana kain itu dibuat dengan hati oleh para penenun sangat dapat menyentuh orang lain.

“Sehingga orang lain rela membayar besar bukan saja untuk tenunnya tapi juga untuk ceritanya,” kata dia.

Hal terpenting, kata dia, bagaimana secara inovatif membuat branding NTT ini seperti soal maskot, desain animasi dan narasi, seperti mengangkat komodo atau menghidupkan karakter kuat sebagai maskot yang dapat mewakili cerita yang kuat yang bisa memikat orang di luar NTT.

Sementara Cundra Setiabudhi menambahkan integrasi cerita yang menarik antara potensi alam maupun wisata juga baik dipadukan seperti bagaimana menyatukan komodo dari Pulau Komodo dan ular putih dari Gua Ular ke dalam satu cerita. (bev/ol)

Leave a Comment