Ile Lewotolok Lontarkan Material Pijar,  Hutan di Lereng Gunung Terbakar

Lontaran pijar Ile Lewotolok dini hari tadi Foto: PGA Ile Leowotolok
Lontaran pijar Ile Lewotolok dini hari tadi Foto: PGA Ile Leowotolok

Hiero Bokilia

Gunung Api Ile Lewotolok kembali erupsi pada Rabu (28/7) dini hari sekitar pukul 00.24 Wita.

Erupsi yang terjadi tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi 49 detik. Kolom erupsi berwarna kelabu tebal, tinggi 1.000 meter di atas puncak condong ke arah barat, disertai dentuman kuat dan lontaran material pijar sejauh 700-800 meter ke arah selatan-barat daya. Lintaran material pijar telah menimbulkan kebakaran di lereng gunung dan mengancam rumah adat di sekitar lereng gunung.

Pemantau Gunung Ile Lewotolok Stanislaus Arakian menjelaskan lontaran material pijar membakar hutan di bagian selatan hingga barat daya. Kolom erupsi berwarna kelabu tebal dengan tinggi 1.000 meter di atas puncak, condong ke arah barat disertai dentuman kuat dan material pijar sejauh 700 sampai 800 meter ke arah selatan – barat daya.

Ia mengatakan lontaran material pijak membakar hutan di bagian selatan yakni ke arah Desa Waipukang, tepatnya di depan Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolo. Kebakaran ke arah barat yakni ke arah Desa Riang Bao hingga Desa Amakaka.

Foto: Sandro Wangak

“Kebakaran yang disebabkan lontaran lahar panas itu terus meluas, membakar rumput yang dilewati,” katanya.

Aktivitas vulkanik Gunung Api Ile Lewotolok masih terus terjadi disertai suara gemuruh dan tembusan pada lebih dari tiga titik di bagian badan Gunung Ile Lewotolok. Tembusan tersebut terlihat mengeluarkan api ketika terjadi erupsi di puncak gunung.

Sejak 29 November 2020, gunung berapi Ile Lewotolok berstatus siaga dan berada pada level III.

Saat ini, dentuman dan suara gemuruh keras masih terus terjadi. Bunyi dentuman panjang terdengar hingga ke Kota Lewoleba.

Namun, warga Ile Api menganggap gemuruh terus menerus dan berkepanjangan itu sebagai hal biasa. Warga masih tetap berada di kampung masing-masing. Pihak PGA Ile Lewotolok masih terus mengeluarkan update perkembangan gunung setiap hari dan meminta warga untuk selalu waspada dan menjauhi titik-titik rawan bencana dari radius 4.000 meter. (bev/ol)

Leave a Comment