Ini Jadwal Film FSAI 2021, Bisa Ditonton Online

Beverly Rambu

Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2021 akan digelar untuk pertama kalinya aecara online 18-27 Juni mendatang. Tiket bisa diakses gratis bagi seluruh penikmat film di Indonesia.

Berikut jadwal filmnya yang bisa ditonton:

The Furnace: 18 Juni 2021 pukul 19.30 WIB dan 27 Juni 2021 pukul 13.00 WIB

Combat Wombat: 19 Juni 2021 pukul 12.00 WIB dan 26 Juni 2021 pukul 15.00 WIB

Jaimen Hudson: From Sky to Sea: 19 Juni 2021 pukul 18.30 WIB dan 27 Juni 2021 pukul 20.30 WIB

Relic: 19 Juni 2021 pukul 20.30 WIB

Milly & Mamet: 20 Juni 2021 pukul 12.00 WIB dan 27 Juni 2021 pukul 18.30 WIB

H is for Happiness: 26 Juni 2021 pukul 12.00 WIB

Pendekar Tongkat Emas: 26 Juni 2021 pukul 18.30 WIB

Dirt Music: 26 Juni 2021 pukul 20.30 WIB

Sebelumnya, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Allaster Cox dalam jumpa pers virtual Jumat (4/6) mengatakan FSAI secara online diharapkan bisa menjangkau lebih banyak penikmat film di seluruh Indonesia.

FSAI, kata Allaster, memberi kesempatan bagi penikmat film Indonesia untuk mengakses film bioskop kelas atas Australia dan Indonesia secara gratis dan nyaman di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Allaster Cox memberi keterangan dalam jumpa pers virtual. Foto: Verly/VN

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Allaster Cox memberi keterangan dalam jumpa pers virtual. Foto: Verly/VN

Ia menjelaskan, film yang akan ditayangkan merepresentasikan Australia yang modern, kreatif, beragam dan multikultural tanpa melupakan sejarah Australia. Film mencakup beragam genre baik drama komedi, drama romantis, dokumenter, dan keluarga.

FSAI dibuka dengan pemutaran perdana ‘The Furnace’ di Indonesia yang menyoroti kisah terlupakan penunggang unta Ghan Australia dari Asia Selatan yang melintasi gurun pasir Australia yang penuh tantangan pada masa demam emas Australia.

Festival ini juga akan menampilkan banyak pemandangan menakjubkan pantai Barat Daya Australia dalam ‘Jaimen Hudson: From Sky to Sea’, film dokumenter inspiratif yang mengikuti perjalanan eksplorasi fotografis pria yang berasal dari Esperance, Australia, Jaimen Hudson, tentang lautan jernih Australia, dan kisah mengatasi berbagai tantangan untuk mengejar mimpinya.

FSAI akan menyoroti kedekatan hubungan Australia dan Indonesia dalam perfilman. Jajaran film tahun ini menampilkan film-film terkemuka oleh alumni Australia Indonesia termasuk saga seni bela diri yang terkenal Pendekar Tongkat Emas dan komedi romantis yang menyenangkan Milly & Mamet karya Mira Lesmana.

Penonton film juga dapat terlibat dalam worskhop masterclass virtual meliputi animasi, promosi film, serta sinematografi dokumenter dan drone.

“Kami sangat senang program penting ini dapat terus berlanjut meskipun adanya pandemi. Di tahun ini para penonton bioskop dapat memperoleh berbagai wawasan nyata tentang keterampilan seni pembuatan film di seminar masterclass profesional kami,” kata Allaster.

Marisa Anita,sahabat FSAI 2021

Marisa Anita,sahabat FSAI 2021

Sahabat FSAI 2021 sekaligus alumni Australia Marissa Anita akan menjadi moderator dalam sesi langsung dan interaktif dalam workshop bersama para pakar film Australia.

Marisa yang berprofesi sebagai jurnalis, aktress, pemain teater ini juga mendorong adanya pertukaran pengetahuan atau exchange knowledge antara Australia dan Indonesia untuk mengembangkan film di kedua negara.

Ia mengaku sudah menonton beberapa film dengan alur cerita menarik.

Ia menilai FSAI 2021 merupakan kesempatan baik untuk menikmati film yang dirilis atau tidak dirilis di Indonesia.

Tiket untuk semua pemutaran film dan acara tidak dipungut biaya dan tersedia sekarang di fsai2021.com. (bev/ol)

Leave a Comment