Ini Penampakan Gerhana Bulan di Kupang yang Diabadikan PELATI

Ini Penampakan Gerhana Bulan di Kupang yang Diabadikan PELATI

Putra Bali Mula

 

GERHANA Bulan Total terlihat menawan dari langit Kupang. Penampakan Gerhana Bulan Total, Super Blood Moon, ini dipantau oleh Komunitas Pencinta Langit Timor (PELATI), Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Observatorium Bosscha melakukan pengamatan.

PELATI dan Undana melakukan pengamatan di rooftop rumah susun mahasiswa (rusunawa) Undana, Rabu (26/5). Pengamatan ini juga disiarkan langsung ke channel YouTube Bosscha Observatory.

Persiapan pengamatan menggunakan teleskop telah dimulai sejak pukul 16.00 Wita. Bulan tampak jelas mulai pukul 18.00 Wita dan mulai terjadi gerhana setelah sebelumnya terhalang oleh awan. 40 menit kemudian gerhana terjadi pada sebagian bentuk bulan. Puncaknya terjadi pada pukul 19.00 Wita.

Gerhana Bulan berwarna merah darah itu dapat dinikmati dengan mata telanjang dan lebih jelas juga disaksikan melalui teleskop. Kejadian ini dapat disaksikan sekitar 30 menit sebelum gerhana tersebut berangsur berubah normal kembali.

Ketua PELATI, Fance Liukae kepada VN di lokasi menyampaikan penampakan Super Blood Moon ini menawan dimana berada dekat dengan bumi.

“Bulan berada sangat dekat dengan bumi yang disebut perige yang mana bulan akan tampak lebih besar 14 persen dan lebih terang 30 persen,” ujarnya.

Sementara BMKG dalam pernyataan tertulis sebelumnya menyampaikan gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya sinar Matahari oleh Bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.

Peristiwa ini merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi matahari bumi bulan sejajar. Hal ini terjadi saat Bulan berada di umbra Bumi, yang berakibat, saat puncak gerhana bulan total terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah dan dikenal dengan istilah Blood Moon.

Hal ini dikarenakan posisi Bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan bumi (Perigee), maka Bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga sering disebut dengan Super Moon.

BMKG juga melakukan pengamatan Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 di lokasi tersebar di seluruh Indonesia dengan menggunakan teleskop yang dipadukan dengan detektor dan teknologi informasi dan disebarluaskan melalui https://www.bmkg.go.id/gbt. (Yan/ol)

Leave a Comment