Ini Tantangan UMKM Kupang dalam Memperluas Pasar Digital

Putra Bali Mula

 

Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang menyampaikan sejumlah tantangan dan masalah yang dihadapi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam memperluas pasar digital.

Kendala ini disampaikan Kepala Dinas, Koperasi UKM Kota Kupang, Danbert E. Ndapamerang secara online pada kegiatan Road to Kilau Digital Permata Flobamorata yang diselenggarakan Kementrian Kominfo di Aston Kupang, Kamis (27/5).

Dalam pembukaan paparannya ia menyebut produk UMKM Kupang mendapatkan banyak kompetitor dari luar NTT. Produk lokal dikemas lebih baik di tangan pengrajin di luar NTT yang laku dijual kembali ke NTT.

“Kompetitor dari luar juga banyak datang dan bagus produknya soalnya,” ujarnya.

Memang banyak tenaga kerja yang di-PHK, kata dia, lalu lari atau merambah ke UMKM karena pandemi. Banyak UMKM baru terbentuk. Masalahnya adalah branding, kualitas, kuantitas, dan pelayanan mereka lemah. UMKM yang sudah lama terbentuk, kata dia, juga belum paham benar aspek-aspek ini.

“Sehingga penjualan kami keluar agak tertahan,” tambah dia.

Memang UMKM diarahkan untuk melakukan penjualan melalui media sosial sehari-hari untuk lingkup pemasaran regional. Sementara untuk penjualan keluar memang membutuhkan platform digital yang ada seperti Shopie, Tokopedia, dan lain-lain tetapi ia menilai pelaku UMKM belum cakap dengan ini.

“Tantangan besar adalah berwirausaha dengan menggunakan internet yang menjadi peluang ekonomi di masa pandemi,” tukasnya.

Ia juga menilai kualitas produk UMKM lokal di sini kalah dari Pulau Jawa, kontinuitas stok yang minim juga sering mengganggu pemesanan, dan terakhir adalah pelayanan yang belum prima. Beberapa hal ini menurut dia menjadi kekurangan besar untuk masuk ke marketplace luas.

Sampai dengan saat ini dinasnya juga telah memberikan pelatihan dan pemberian mesin jahit, membuka pasar dan penjualan hingga ke Jogja. Pada 2020 pelatihan model serupa diberikan terkait tenun NTT yang dimodifikasi lebih menarik.

Untuk 2021, ada bantuan peralatan pendukung mesin jahit, alat pengemas, alat pengolahan ikan, pemipih jagung, serta berbagai alat-alat pendukung kualitas produk UMKM. (Yan/ol)

Leave a Comment