Italia bisa Balikkan Keadaan, Inggris Kunci Lini Tengah

PARTAI final Piala Eropa (EURO) 2020 yang mempertemukan Inggris vs Italia di Stadion Wembley, Senin (12/7) dini hari besok, akan menjadi pertarungan lini tengah kedua tim.
Baik Gli Azzurri Italia ataupun The Three Lion Inggris menorehkan rata-rata penguasaan bola yang cukup baik di sepanjang pagelaran EURO 2020 kali ini. Azzurri mencatatkan 52% penguasaan bola dari enam pertandingan. Sedangkan Italia Three Lion 54%.

Koran olahraga terbesar di Kota Milan La Gazzetta dello Sport sudah menganalisis bakal terjadi duel di lini tengah dengan trio Italia Barella-Jorginho-Verratti menghadapi Philips-Rice-Mount (dengan Harry Kane sering membantu). Judul yang diberikan adalah; Che Lusso in Centro (Sungguh mewah di tengah).

Jorginho yang dijuluki “Il Professore” oleh rekan-rekannya, senantiasa vokal meneriakkan instruksi agar tempo dan bentuk tim tetap terjaga. Marco Verratti yang brilian sebagai kreator serangan dipadu Nicolo Barella yang agresif.

Di pihak Inggris, Rice dan Philips menjadi aktor menciptakan peluang bagi Harry Kane dan Rahhem Sterling. Mount yang keras, mampu berperan membantu empat bek manakala ada serangan yang datang.
Juru taktik Inggris Gareth Southgate kepada UEFA.com sudah memberi sinyal bahwa dengan formasi 4-2-3-1, timnya akan mematikan pergerakan lini tengah Italia.

“Italia adalah tim yang fantastis. Mereka menjalani lebih dari 30 pertandingan tanpa kekalahan. Tapi kami tahu cara menghadapi mereka,” ungkap Southgate.

Akan tetapi, jika Kane dkk tak mampu membuat gol dalam 30 menit pertama atau 20 menit babak kedua, maka Italia akan berbalik menekan seperti yang mereka lakukan terhadap Tiki Taka Spanyol pada babak semifinal.

Tuan rumah Inggris sangat dijagokan, tapi Italia bisa merepotkan, dan bukan tidak mungkin Italia justru yang akan keluar sebagai pemenang.

Spirit Kedua Tim

Pertandingan kedua tim ini sudah dinanti sekitar 50 ribu suporter tuan rumah dan 20 ribu suporter Italia yang bakal datang di stadion.

Sementara miliaran penikmat bola sejagat juga sudah tak sabar menyaksikan serunya pertarungan edisi ke-28 antara kedua tim melalui layar kaca televisi (TV). Termasuk gila bola Indonesia yang siap menonton lewat RCTI.

Tampil di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, sudah pasti bakal membuat pasukan The Three Lion Inggris memiliki semangat berlipat, guna mempersebahkan Tropi Hendri Delaunay yang sudah didambakan rakyat Inggris sejak tahun 1960.

Apalagi penampilan anak-anak asuhan Garet Southgate sungguh fantastis! Tak pernah kalah sejak penyisihan grup dan sukses mengalahkan Der Panzer Jerman secara meyakinkan di babak 16 Besar.
Bahkan Inggris menorehkan rekor hebat; satu final dan dua semifinal dalam tiga turnamen bergensi dalam tiga tahun terakhir. Pertama semifinal Piala Dunia 2018, Semifinal UEFA Nation League, dan kini final EURO 2020.

Di seantero Inggris, slogan-slogan pembangkit semangat diberikan kepada Harry Kane dkk. Mulai dari istri, anak, hingga kerabat membahanakan spirit; “Bring it (thropy) Home for the Country”  atau Bawa Kembali Gelar juara untuk Negara. Mengulangi pencapaian Final Piala Dunia Inggris yang digelar di stadion yang sama pada 30 Juli 1966.

Harry Kane pun mengaku berusaha sekuat tenaga untuk bosa menyamai kesuksesan Bobby Moore, kapten The Three Lions saat menjuarai Piala Dunia 1966. “Setiap kali nama Anda disebutkan di tim yang sama dengan pemain seperti itu, akan memberi Anda motivasi, memberi Anda kepercayaan diri,” katanya.

Sedangkan Koran harian berpengaruh di London, The Telegraph, memasang headline di bawah judul: “You are Making Us so Proud. Bring It Home for the Country! (Kalian semua telah membuat kami sangat bangga. Bawa pulang piala itu untuk negara) dengan foto Harry Kane memenuhi halaman cover.

Bagaimana dengan Italia? La Gazzetta dello Sport membakar semangat pasukan Roberto Mancini dengan memasang foto dua allenatore (Mancini dan Enzo Bearzot) dengan judul; Pertada Baik!

Rujukannya adalah final EURO jatuh pada peringatan 39 tahun kemenangan Italia di final Piala Dunia 1982 melawan Jerman Barat. Dan kebetulan, Enzo Bearzot dan Mancini memakai jasa yang serupa.
Gazzetta dello Sport juga menulis sebuah kebetulan tampilnya petenis Italia Matteo Berrettini di final tunggal putra turnamen Tennis bergensi Wimbledon London pada hari yang sama, Minggu (11/7). Faktor ‘W’ – Wimbledon dan Wembley – tulis Gazzetta dello Sport.

Mancini sendiri, dalam akun Twitter-nya menulis: “Pada hari Minggu semua orang dengan hati kami di Wimbledon dan Wembley.” (paa/pol/ari/Yan/ol)

Leave a Comment