Italia Dihadang Taktik Parkir Bus

REUTERS ALTERNATIF: Frederico Chiesa bisa menjadi alternatif bagi Roberto Mancini untuk membuka pertahanan berlapis Austria. Chiesa tampil apik ketika Italia mengalahkan Wales 1-0 di matchday III Grup A, Senin (21/6) lalu di Olimpico Roma.
REUTERS ALTERNATIF: Frederico Chiesa bisa menjadi alternatif bagi Roberto Mancini untuk membuka pertahanan berlapis Austria. Chiesa tampil apik ketika Italia mengalahkan Wales 1-0 di matchday III Grup A, Senin (21/6) lalu di Olimpico Roma.

Kesempurnaan Gli Azzuri Italia di babak penyisihan Grup A, membuat pelatih Austria Franco Foda kabarnya sudah menyiapkan resep jitu guna menghentikan pergerakan Gli Azzurri di babak 16 besar EURO 2020 Minggu (27/6) dini hari di Wembley Stadium, London.

Dikutip dari Sky Sport, Franco Foda tak menyebut seperti apa taktik yang bakal diperagakan timnya. Namun, para pundit bola Eropa bisa memastikan bahwa Foda bakal menerapkan taktik bertahan total atau sekarang dikenal dengan sebutan “Parkir Bus”

Taktik parkir bus dalam sepak bola adalah istilah untuk tim yang bertahan penuh dengan menaruh semua pemainnya di depan gawang dalam dua garis lini pertahanan di belakang selama mungkin. Tujuannya adalah mempertahankan skor sekaligus menghindarkan tim dari kebobolan.

Jose Mourinho menjadi penemu istilah parkir bus dalam sepak bola ini.
Franco Foda sudah memastikan timnya akan bertanding menggunakan formasi 4-1-4-1 atau 4-2-3-1 atau 4-5-1 yang lazim disebut formasi bertahan total, untuk meredam Italia.

Meski sedang dipusingkan dengan kurang fitnya Christoph Baumgartner, Julian Baumgartlinger, Martin Hinteregger, dan Valentino Lazaro, namun Foda tetap bersikeras memasang empat bek.

Padahal, di dua pertandingan awal fase grup C, Foda memakai formasi tiga bek. Lalu, saat menghadapi Ukraina, Foda merubah formasi menjadi 4-2-3-1 dan hasil luar biasa! Austria menang 1-0.

Disebut-sebut ada dua pemain yang bakal mendapat tugas khusus di London. Florian Grillitsch akan dimainkan sebagai pengisi ruang antarlini antara belakang dan tengah sekaligus menjaga Nicolo Barella.
Sedangkan Marcel Sabitzer akan menjaga Jorginho.

Ia diharapkan bisa merusak distribusi bola anak asuhan Roberto Mancini yang selama ini dipegang Jorginho. Di lini belakang, Martin Hinteregger ditugaskan menjaga pertahanan bagian kanan dan David Alaba di posisi bek kiri.

Hampir pasti, Italia bakal menghadapi taktik “Parkir Bus” Austria!

Taktik ini diambil Foda karena faktanya anak-anak asuhannya sangat kesulitan meladeni permainan menyerang dari tim-tim papan atas Eropa.  Ketika menghadapi tim yang bermain terbuka seperti Belanda di babak penyisihan, Austria keteteran dengan akhirnya takluk 0-2.

 

Butuh Determinasi
Bagaimana dengan Italia? Allenatore Roberto Mancini tidak memiliki resep khusus. Bagi mantan pelatih Manchster City itu, asalkan Domenico Berardi dkk tampil penuh determinasi dan bersemangat seperti pada pertandingan penyisihan grup A, itu sudah cukup.

Ia berharap kreatifitas tinggi dari trisula maut Ciro Immobile, Lorenzo Insigne, dan Domenico Berardi di lini depan guna mengonversi serangan-serangan menjadi gol.

Mancini juga wajib meningkatkan pergerakan Nicolò Barella, Alessandro Bastoni, Francesco Acerbi, di lini tengah guna mendukung Immobile dkk di lini depan. Mancini perlu mencoba memasukkan seorang pemain yang kehadirannya bisa mengacaukan konstentrasi lima gelandang Austria.
Manuel Locatelli atau Federico Chiesa yang biasa bergerak bebas adalah pilihan yang paling tepat. Keduanya bisa saling bertukar posisi dengan Immobile dan Insigne di lini depan.

Sedangkan di barisan belakang, Giovanni Di Lorenzo, Rafael Toloi, Alessandro Bastoni, Francesco Acerbi dan Leonardo Bonucci sejauh ini tampil gemilang mengawal gawang meskipiun Il Capitano Giorgio Chiellini belum sembuh benar. Apakah Mancini mampu meredam taktik negative football Foda? Menarik untuk ditunggu! (paa/pol/R-2)

Leave a Comment