Italia masuk Tiga skenario Final

TAK BERKUTIK: Terus dikawal ketat Kapten Italia Giorgio Chellini, membuat striker  Belgia Romelu Lukaku tak berkutik. Chiellini jadi salah faktor kemenangan Italia atas Belgia di Perempat Final.

EMPAT tim telah memastikan lolos ke babak Semifinal Piala Eropa (EURO) 2020. Empat tim itu adalah Spanyol, Italia, Denmark dan Inggris. Di hari Sabtu (3/7) dinihari, La Furia Roja Spanyol menyingkirkan tim kuda hitam Swiss melalui adu penalti 4-2, dan Gli Azzuri Italia mengandaskan tim peringkat 1 FIFA Belgia 2-1.

Selanjutnya di Minggu (4/7) dinihari, giliran The Dinamit Denmark menghentikan langkah Kroasia dengan kemenangan 2-1 dan Three Lion Inggris menghancurkan Ukraina dengan skor telak 4-0.

Jelang laga semifinal pertama antara Italia kontra Spanyol di Wembley Stadium London Inggris pada Rabu (7/7) mendatang, media massa kedua negara terus merilis ulasan-ulasan heroik dan optimisme tentang pelatih dan para pemainnya.

Koran olahraga paling berpengaruh di Italia, La Gazzetta dello Sport, pada edisi Minggu (4/7) menulis, pertemuan keempat kedua negara di kompetisi sepak bola terbaik di dunia Rabu mendatang, harus dimenangkan Italia.

Kekuatan Gli Azzurri di bawah pimpinan Roberto Mancini adalah jaminan mutu. Salah satu kekuatan utama Italia saat ini adalah di lini tengah.

La Gazzetta dello Sport membuat perbandingan dengan lini tengah Spanyol yang terkenal di era 2008-2021.

Marco Verratti dibandingkan dengan Xavi Hernandez, Lorenzo Insigne dengan Andres Iniesta, Nicola Barella dengan Cesc Fabregas. “La spagna siamo noi (Kami adalah Spanyol yang sebenarnya),” demikian judul Headline (berita utama).

Di bagian lain, Arrigo Sacchi, mantan pelatih legendaris Italia memuji habis Mancini di kolomnya di La Gazzetta dello Sport. “Italia menang dan menghibur dengan merek sepakbola modern. Semua pujian untuk Mancini, sutradara orkestra yang luar biasa. Tanpa dia, tim ini tidak akan pernah bermain sebaik ini. Dalam waktu singkat dia berhasil mengubah mentalitas kami.”

La Gazzetta dello Sport juga menulis kolom sendiri yang khusus didedikasikan untuk hasil yang dicapai oleh Mancini sejak memimpin Gli Azzurri pada Mei 2018 lalu. Dalam 37 pertandingan di bawah Mancini, Azzurri telah memenangkan 28, mencetak 90 gol dan hanya kebobolan 16.”Mancini, dua pertandingan tersisa,” tulis La Gazzetta dello Sport.

 

Di Spanyol, koran olahraga Diario AS membuat berita utama di halaman cover di bawah judul: Manos de Santo (Angel hands). Harian Espana juga mengangkat judul utama: Unai, Mano de Angel (Unai, tampil dengan Tahan Tuhan) untuk merefleksi kemenangan Spanyol lewat drama adu penalti.

Sedangkan lebih spektakuler adalah Harian olahraga MARCA. Koran yang terbit di Kota Madrid itu, hanya menulis satu kata. “Siiiiiiiiii (atau Yessssss dalam Bahasa Inggris) ‘Yeeeeeeeees!’ Lihatlah ekspresi di wajah mereka!. MARCA memasang foto satu halaman penuh ketika Sergio Busquets dkk sedang berlari menghampiru Unai. “Saya sangat senang bahwa Unai adalah pahlawannya,” kata pelatih Luis Enrique yang dilansir MARCA.

Skenario Final

Menyimak perjalanan keempat tim Semifinalis sejak babak fase grup hingga babak perempat final, para pengamat menyodorkan du skenario ideal Final EURO 2020 di Wembley London, 12 Juli mendatang.

Skenario pertama adalah Italia vs Inggris. Keduanya berpenampilan apik sejak penyisihan grup. Gli Azzurri memegang rekor sempurna 100 persen kemenangan. Sedangkan Inggris mampu menumbangkan favorit juara Jerman di babak 16 besar dengan skor meyakinkan 2-0.

Skenario final ideal kedua yakni Spanyol-Inggris. Tim Matador layak ke final dengan penampilan yang terus menanjak. La Furia Roja meragukan di awal namun mengagumkam di babak 16 besar dengan mengalahkan Kroasia dan menaklukkan Swiss di babak perempat final.

Spanyol juga memiliki sejarah hebat di Piala Eropa dengan meraih tiga gelar dan dua gelar terakhir diraih secara berturut-turut yakni Piala Eropa 2008 dan 2012.

Skenario kejutan yakni Denmark kontra Spanyol atau Italia. Peluang The Dinamit tak bisa diremehkan. Denmark punya sejarah heroik kala menjuarai Piala Eropa 1992 dengan mengalahkan Jerman 2-0 Skenario Italia vs Denmark atau Spanyol vs Denmark hal yang tak mustahil. (paa/pol/E-1)

Leave a Comment