Italia Sanjung Spanyol

SAMBUT KEMENANGAN: Para pemain Italia dengan raut wajah gembira berlari ke arah kiper Gianluigi Donnarumma yang sukses menahan tendangan pinalti striker Spanyol Alvaro Morata. Dari lima penendang Italia, hanya Locatelli yang gagal sedangkan dua penendang Spanyol gagal sehingga Italia menang 3-1.  

TIMNAS Gli Azzurri Italia akhirnya memenangkan duel atas Timnas La Furia Roja Spanyol lewat drama adu penalti 3-1 (1-1) di Stadion Wembley London, Selasa (6/7) malam waktu setempat atau Rabu (7/7) dini hari waktu Indonesia.

Usai pertandingan, pelatih Roberto Mancini dan para pemainnya mengakui kehebatan Spanyol yang sempat membuat mereka menderita sepanjang 120 menit. Namun, pada kenyataannya Dewi Fortuna lebih berpihak kepada mereka dibandingkan Spanyol.

“Ada beberapa pertandingan ketika Anda harus menderita, tetapi kami pantas berada di sini. Spanyol mengejutkan kami dengan memutuskan untuk bermain tanpa striker. Laga ini, bagaimanapun, luar biasa. Saya mengucapkan selamat kepada Spanyol, mereka adalah tim yang hebat. Penalti hanya adalah lotere,” ungkap Mancini seperti yang dikutip VN dari laman UEFA.com.

Bek Leonardo Bonucci bahkan mengaku seluruh pemain Italia sempat menderita karena permainan apik Sergio Busquets dkk. Spanyol bermain lebih mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 71 persen.
Namun, Bonucci menyebut kemenangan mereka pantas untuk Italia berkat mental dan semangat juang mereka. “Ini adalah pertandingan terberat yang pernah saya mainkan,” ucap Bonucci seperti dikutip dari UEFA.com.

“Saya mengucapkan selamat kepada Spanyol atas apa yang mereka tunjukkan, tetapi sekali lagi Italia telah menunjukkan semangat, tekad, dan kemampuan untuk melewati saat-saat sulit dan adu penalti memberi kami hadiah. Kemenangan yang Anda raih setelah mengalami penderitaan selalu yang paling menyenangkan,” tutur Bonucci.

Kiper Gianluigi Donnarumma menegaskan, Spanyol tim yang sangat kuat sehingga pantas mendapatkan banyak pujian karena menyebabkan Italia menderita. “Spanyol sangat kuat, tetapi Italia ini memiliki hati yang besar, kami tidak pernah menyerah dan kami melihat itu karena kami menderita sampai akhir dan kami merebutnya,” kata Donnarumma.

Federico Chiesa yang terpilih sebagai Man of the Match memuji Spanyol sebagai tim hebat. “Spanyol hebat malam ini. Mereka memiliki pemain bintang di seluruh tim, di setiap posisi. Tapi kami berjuang sampai akhir karena kami ingin lolos, dan kami berhasil,” tambahnya.

Tuhan Italia

Sementara itu, harian Corriere dello Sport menulis headline cover korannya dengan judul; Dio d Italiano atau “Tuhan adalah orang Italia”
Tuttosport memberi judul dua kata yaitu Che Leoni! (singa)
Halaman depan La Gazzetta dello Sport menulis judul Fiesta! (Pesta) untuk merayakan kemenangan Italia atas Spanyol. Italia Eroica a Wembley Finale atau Pahlawan Azzurri di Wembley final.

Dalam kolomnya di La Gazzetta dello Sport, Claudio Ranieri menggambarkan Italia sebagai “tim yang terdiri dari 11 singa.

“Spanyol terbukti menjadi tim yang luar biasa tetapi kami menantang mereka dengan senjata mereka dan kami menang. Sekarang kami siap untuk final di stadion yang fantastis,” tulis Ranieri.

Ucapkan Selamat

Menyikapi pertandingan itu, pelatih Spanyol Luis Enrique  mengaku tetap bangga dengan timnya. “Dalam olahraga profesional, kita semua harus belajar bagaimana menang dan bagaimana menerima kekalahan. Itulah mengapa saya ingin mengucapkan selamat kepada Italia. Kami akan pulang ke Spanyol dengan gembira karena mengetahui bahwa kami berada dalam tim terbaik turnamen ini,” beber Enrique.

Kapten Spanyol Sergio Busquets mengaku timnya menerapkan Tiki Taka untuk menghambat kecepatan pemain Italia dan itu berhasil.

“Semua orang menjadikan Italia favorit (mengalahkan kami) di sini, tetapi kami menunjukkan bahwa kami lebih unggul dari mereka. Saya pikir kami mendominsi. Tapi sepak bola seperti ini, dan yang bisa kami lakukan hanyalah memberi selamat kepada Italia,” ungkap pemain FC Barcelona itu.
Untuk diketahui, dalam laga itu Italia memimpin lebih dulu lewat gol penyerang sayap Juventus Federico Chiesa menit ke-60.

Spanyol baru membalas menit ke-80 melalui gol pemain pengganti, Alvaro Morata. Menerima umpan Dani Olmo, Morata memperdaya Donnarumma dan bertahan hingga waktu normal 90 menit.

Meski menjadi pahlawan, Morata dan Olmo justru membuat Spanyol menderita dengan gagal melakukan tendangan penalti. Alhasil, Italia  lolos ke babak final EURO 2020. Menunggu calon lawan antara tuan rumah Inggris vs Denmark. (paa/pol/ari)

Leave a Comment