Italia Siasati Perangkap Belgia

MATIKAN HAZARD: Bek senior Italia Leonardo Bonucci sukses mematikan pergerakan striker Belgia Eden Hazard pada pertandingan keduanya di UERO 2016 Prancis. Ketika itu Italia mengalahkan Belgia 2-0. Di laga besok, Bonucci juga mendapat tugas mengawal Hazard dan Lukaku. REUTERS

Sehari jelang “Final Kepagian” antara Gli Azzurri Italia kontra Belgia Sabtu (3/7) pukul 03.00 Wita di Stadion Allianz Arena Munich Jerman, perang urat syaraf antara keduanya makin gencar.

Di sesi latihan kemarin, tak tampak ada Kevin De Bruyne dan Eden Hazard. Media-media pun mulai menyusun perkiraan susunan pemain dan dituliskan bahwa Bruyne dan Hazard kemungkinan absen. Dua nama lain dimasukkan sebagai pengganti yaitu Dries Mertens dan Yannick Carrasco.

Alyssa Saliou, jurnalis olahraga Belgia dalam tulisannya mengungkap kekhawatiran kebugaran De Bruyne dan Hazard. Belgia akan sulit jika keduanya tidak tampil karena mereka merupakan bagian integral dari permainan menyerang Belgia.

Harian Gazzetta Dello Sport Italia lantas menyebutnya sebagai “Perangkap Belgia.” Dalam editorialnya, harian olahraga terbesar di Kota Milan itu, memuat analisa tentang taktik apa yang harus dilakukan Italia menghadapi timnas peringkat 1 dunia tersebut.

Intinya, Allenatore Roberto Mancini diminta untuk memainkan Giorgio Chiellini untuk memotong suplai bola ke striker Belgia Romelo Lukaku.

Di laga perempat final nanti, Mancini juga diminta melakukan perubahan formasi tim. Federico Chiesa dan Matteo Pessina yang dalam empat pertandingan tampil sebagai pemain pengganti, harus diturunkan untuk menggantikan Nicolo Barella dan Domenico Berardi.

Sedangkan Sky Sport Italia mengulas kemungkinan ada kejutan besar di lini tengah karena Manuel Locatelli akan menggantikan Barella. Sementara Verratti dan Jorginho akan tetap pada posisinya. Di pertahanan, selain Giorgio Chiellini yang diminta untuk dipasang, nama Giovanni Di Lorenzo perlu mendapat tempat di Starting XI.

Adu Taktik

Lantas bagaimana dengan perkiraan pertandingan nanti? Para analis sepakbola Eropa memprediksikan duel kedua tim akan berjalan seru dan dalam tempo cepat.
Indikatornya, Belgia dalam performa bagus, mereka tidak pernah kalah sejak dikalahkan 2-1 oleh Inggris di Nations League Oktober 2020. Setelah itu, mereka telah memenangkan enam dari tujuh pertandingan.

Tim asuhan Roberto Martinez mengalahkan Belarusia 8-0 di kualifikasi Piala Dunia 30 Maret. Selama jeda internasional Maret, mereka juga mengalahkan Wales dan bermain imbang dengan Republik Ceko.
Italia pun demikian. Mereka mencetak rekor Timnas tak terkalahkan dalam 31 pertandingan. Dan seperti Belgia, Gli Azzurri juga sukses memenangkan empat pertandingan di EURO 2020.

Setan Merah Belgia dengan formasi 3-4-3, diyakini akan menerapkan jebakan dengan membiarkan Italia menyerang total kemudian memanfaatkan ruang kosong di lini tengah untuk menyerang balik secara cepat. Itulah ciri khas taktik pelatih Martinez.

Sedangkan bagi Roberto Mancini, dengan formasi 4-3-3, diperkirakan akan meladeni jebakan-jebakan Belgia dengan menurunkan pemain-pemain yang punya determinasi tinggi guna memburu gol-gol cepat.
Mancini juga dikabarkan sudah menyiapkan siasat menguasai lini tengah agar aliran bola tidak sampai kepada Lukaku dan Hazard. Untuk menghadang Lukaku-Hazard, Mancini kabarnya memberi tugas itu kepada Bonucci dan Verratti.

Satu lagi, Mancini memastikan tidak akan membuat kesalahan dengan menarik keluar pemain pilar saat sudah unggul seperti yang dilakukan ketika unggul 3-1 atas Austria dipertandingan 16 Besar. Akibatnya Austria menyamakan kedudukan 3-3 dan memaksa extra time. (paa/pol/E-1/Yan/ol)

Leave a Comment