Jadikan NTT Lumbung Ternak, Pemprov Bangun Pabrik Pakan

Foto: Medcom
Foto: Medcom

Maykal Umbu

Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan sedang memaksimalkan NTT sebagai lumbung ternak nasional. Pihaknya akan membangun tiga pabrik pakan ternak untuk dongkrak kebutuhan pakan dan perputaran pendapatan tidak keluar dari NTT.

Plt. Dinas Peternakan NTT Yohana Lisapaly saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Provinsi NTT, Kamis (10/6) mengatakan, dengan dukungan Bapak dan Ibu Komisi II, Dinas Peternakan akan lebih bersemangat meningkatkan kinerja.

Menurutnya, saat bicara soal peternakan, salah satu masalah yang perlu dikaji yakni pakan. Salah satunya capital flight Rp1,8 triliun untuk pakan ternak.

“Dengan dana capital flight tersebut uang yang dihasilkan dari pabrik pakan ternak tidak akan keluar dari NTT, solusinya adalah pemerintah harus mengambil kebijakan membangun tiga pabrik pakan di wilayah NTT,” ujar Yohana.

Tahun 2021, jelas Yohana, sebenarnya pemerintah sudah merencanakan pembangunan tiga pabrik pakan yang akan beroperasi pada tahun 2022.

Dari tiga pabrik pakan yang akan dibangun, dua di antaranya menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sesuai rencana, produksi tiga pabrik tersebut 3 ton per jam dan beroperasi selama 16 jam tanpa henti.

Sementara terkait ternak-ternak yang membutuhkan pakan hijauan seperti kambing dan sapi perlu bersinergi dengan petani yang menjalankan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

“Ini yang sedang kita dorong bagaimana berkolaborasi agar limbah-limbah itu kita proses kemudian diawetkan untuk persediaan, sehingga pada musim kering pakan tetap tersedia,” ujarnya.

Selan itu, tambahnya, Dinas Peternakan juga sudah mengarahkan para peternak untuk menanam rumput odot, kingres, lamtoro dan taramba di lahan mereka.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD NTT Kasimirus Kolo mengatakan sangat mendukung penjelasan konsep yang diberikan oleh Dinas Peternakan.

“Kita optimistis jika konsep ini dapat di implementasikan, saya yakin akan berhasil jika kesiapan pemerintah dalam mengeksekusi konsep-konsep tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, diharapkan dapat menunjukkan implementasinya sehingga optimisme yang sudah dibangun akan mampu berhasil.

“Kita akan upayakan dana pinjaman itu, sehingga dapat membantu investasi yang telah dikonsep oleh Dinas Peternakan,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan dana pinjaman tersebut dapat menunjukkan bahwa investasi ini berhasil dengan hitungan-hitungan yang tepat.
Akan tetapi, jika pinjaman tersebut tidak dikabulkan oleh pemerintah atau PT. SMI maka akan dibawa ke perubahan.

Ia mengatakan pembangunan pabrik pakan ternak ini merupakan multi player effect, bisa konek dengan program TJPS yakni materialnya dari pertanian.

“Jika ini sudah diimplementasikan maka akan bertumbuh dengan sangat baik, baik itu dari pertanian maupun perternakan, ini yang disebut dengan kolaborasi antarsektoral,” ungkapnya. (mg-21/ari)

Leave a Comment