Jalur Maut Menunju Final

AFP PELAJARAN BERHARGA: Setelah menerima kekalahan 1-3 atas Prancis Sabtu (2/6/2018) di Allianz Riviera, Kapten Gli Azzuri Leonardo Bonucci menyebut kekalahan itu sebagai pelajaran berharga. Tampak bek-bek Italia tak kuasa menghambat pergerakan Kylian Mbappe.
AFP PELAJARAN BERHARGA: Setelah menerima kekalahan 1-3 atas Prancis Sabtu (2/6/2018) di Allianz Riviera, Kapten Gli Azzuri Leonardo Bonucci menyebut kekalahan itu sebagai pelajaran berharga. Tampak bek-bek Italia tak kuasa menghambat pergerakan Kylian Mbappe.

UEFA (Union of European Football Association) atau Badan Administratif dan pengatur Sepakbola Eropa, Kamis (24/6) pagi sudah menetapkan 16 tim yang bakal bertanding pada babak 16 Besar Piala Eropa (EURO) 2020 yang dihelat tahun ini.

Dari delapan partai yang mulai dipertandingkan Minggu (27/6) dini hari itu, terdapat tiga partai “Rasa Final” serta satu jalur maut menuju laga puncak 12 Juli di Wembley, London. Empat partai Rasa Final adalah Belanda vs Ceko, Belgia vs Portugal, dan Inggris vs Jerman. Sementara jalur maut final adalah koneksifitas pertarungan antara Belgia-Portugal-Italia-Prancis-Spanyol.

Awal dari konektifitas sudah tentu adalah partai antara Belgia kontra juara bertahan Portugal. Siapa pun pemenangnya, maka akan berhadapan dengan Italia di babak perempat final. Pemenang dari duel ini, berpotensi ditantang favorit juara Prancis di semifinal untuk selanjutnya menuju final.

 

Jagokan Prancis

Pelatih baru AS Roma Jose Mourinho memprediksikan pasukan Roberto Mancini akan mencapai semifinal. Dalam artikelnya kepada The Sun, Mourinho menilai Italia layak mencapai prestasi hebat. “Italia adalah tim dengan campuran pemain berpengalaman yang bagus, pemain-pemain yang tahu cara menang. Mereka akan menjadi kuat,” lanjutnya.

Namun, perkara siapa yang juara, Mourinho percaya Prancis adalah favorit untuk juara karena skuad yang dimiliki tidak ada duanya.

Menurut Mourinho, pelatih Prancis Didier Deschamps tahu apa yang ia inginkan. Prancis, adalah juara dunia dan runner-up terakhir di Euro. Ia meyakini untuk mencapai final bukan hal sulit bagi Prancis. Deschamps, punya keteguhan hati dan keyakinan tanpa mempedulikan komentar orang lain.

Bahkan, meski Italia memiliki catatan cemerlang selama babak kualifikasi, legenda mereka, Alessandro Del Piero, justru menjagokan Prancis sebagai kandidat kuat juara.

“Hanya ada satu tim di baris pertama dan itu Prancis. Saya memilih Belgia dan Inggris setelah mereka. Adapun Italia, itu tergantung pada lawan yang akan kita hadapi setelah babak penyisihan grup,” ujar Del Piero dilansir Football Italia.

Legenda timnas Inggris Gary Neville [un memprediksi Prancis akan menjadi juara karena punya modal yang dibutuhkan untuk menjadi kampiun.

“Saya tidak bisa melihat tim lain selain Prancis. Pengalaman, mentalitas juara dan karakter. Mereka juga punya kegesitan, tujuan, dan intelejensia,” ujar Neville seperti dilansir Sportskeeda.

 

Jagokan Italia
Sedangkan mantan pelatih timnas Prancis, Raymond Domenech meyakini timnas Italia berpeluang besar untuk menjuarai Piala Eropa 2020. “Italia sekarang adalah salah satu kandidat yang jelas untuk memenangkan Euro 2020,” kata Domenech kepada La Gazzetta dello Sports dilansir Tribal Football, Kamis (24/6).

Italia di bawah Roberto Mancini tampil trengginas pada kampanye kejuaraan Euro kali ini. “Saya mengagumi semangat kolektif tim Italia, kecepatan menyerang, dengan tekad untuk segera merespons bola. Italia berhasil mempertahankan kepribadian dan keyakinan mereka. Dan Mancini membawa angin segar ke budaya sepak bola Italia yang sebelumnya penuh stereotip,” sambung Domenech. (paa/pol/R-2)

Leave a Comment