Jangan Kendor Hadapi Covid-19

Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur diminta untuk tidak lengah dalam menghadapi peningkatan kasus covid-19, apalagi dengan adanya varian baru. Pemerintah jangan kendor tapi tetap berupaya dengan berbagai kekuatan dan kemampuan yang dimiliki untuk mengatasi penyebaran virus tersebut.

Ketua Fraksi Hanura DPRD NTT Refafi Gah, kemarin, mengatakan, pandemi covid-19 yang terkonfirmasi akhir-akhir ini cenderung meningkat, walaupun sudah cukup banyak masyarakat yang divaksin, di samping itu sudah muncul lagi varian baru dari beberapa negara yang proses penyebaran sangat cepat.

Selain itu, kata Refafi, kini anak-anakpun menjadi kelompok yang rentan terhadap penularan covid-19. Dalam kaitan itu, pemerintah diminta untuk memperketat kembali mobilisasi orang, dan memperketat 5 M dan 3 T untuk mencegah meluasnya penularan covid-19.

Anggota Fraksi PKB DPRD NTT John Lakapu, mengatakan, terkait masih belum terkendalinya penyebaran covid-19 di kabupaten/kota se-NTT, Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Satgas Covid Provinsi NTT perlu terus meningkatkan koordinasi dengan kabupaten/kota agar lebih intensif melakukan 3T (Tracing, Testing, danTreatment).

Ia menuturkan, pemerintah wajib memberi perhatian penuh kepada para tenaga medis yang sudah tanpa kenal lelah dalam menangani pasien covid-19 dan mencegah penularan covid-19 di NTT.

Pemerintah juga perlu meningkatkan sarana prasarana yang ada pada semua rumah sakit yang ada di Provinsi NTT, agar jangan sampai seperti kejadian di Flores Timur yang kekurangan tempat tidur dan tabung oksigen bagi pasien covid-19, serta terjadi kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).

“Keadaan dan kondisi yang terjadi di lapangan ini tidak sebanding dengan dana refocussing bagi penanganan covid-19 yang sangat fantastik,” tandasnya.

 

Optimalkan Vaksinasi
Terkait pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat, ungkap Johanis, sesuai hasil pantauan di lapangan, bahwa masih banyak masyarakat yang belum divaksin. Hal tersebut terindikasi ada beberapa penyebab, mengapa masih banyak masyarakat yang belum divaksin, antara lain masyarakat tidak tahu harus ke mana untuk divaksin, dan kekuatiran masyarakat terhadap akibat negatif dari vaksin.

Untuk maksud tersebut, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa meminta perhatian pemerintah agar melakukan langkah strategis termasuk sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat bisa secara proaktif untuk divaksin, dan mempercepat pengadaan dan penyaluran vaksin serta memperbanyak tenaga vaksinator.

“Apa lagi pada kondisi terakhir saat ini, banyak persyaratan administratif yang menwajibkan masyarakat untuk memiliki sertifikat vaksin, seperti dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau pengurusan adminsitrasi kependudukan,” pungkasnya.

 

Ketatkan Prokes
Juru Bicara Fraksi PDIP, Adoe Yuliana Elisabeth menegaskan, dalam upaya memutus rantai penularan dan tren peningkatan covid-19, Fraksi PDI Perjuangan menegaskan untuk kembali dilakukan pengetatan protokol kesehatan antara lain pembatasan akses pergerakan di ruang-ruang publik, sarana layanan sosial dan pintu-pintu masuk keluar NTT dan percepatan vaksinasi, serta skema perlindungan balita dan anak-anak.

“Terhadap realokasi dan refocussing APBD tahun anggaran 2020, Fraksi PDI Perjuangan mengingatkan pemerintah agar memberikan penjelasan yang komprehensif, detail dan transparan kepada DPRD NTT melalui Komisi dan Badan Anggaran untuk memudahkan proses pengawasan DPRD,” cetusnya.

Fraksi Demokrat, Solidaritas, Pembangunan DPRD NTT melalui juru bicara, Reny Marlina Un mengingatkan pemerintah agar tidak lengah terkait permasalahan pandemi Covid-19. Fraksi Gabungan mendorong Pemerintah agar terus melakukan testing, tracing, treatment serta sosialisasi, edukasi, dan mengawasi penerapan Protokol Kesehatan, juga tidak lupa mengantisipasi munculnya varian baru covid-19 di daerah NTT.

Fraksi Gabungan, meminta pemerintah untuk terus memperhatikan keamanan, keselamatan, serta kesejahteraan para tenaga medis (dokter dan perawat) dan petugas non-medis yang terlibat langsung dalam penanganan covid-19. (mg-R-2)

 

Leave a Comment