Jangan Lupa! Ini Hari Terakhir Daftar Muhibah Budaya Jalur Rempah

Hari ini, Kamis (10/6) merupakan hari terakhir pendaftaran program Muhibah Budaya Jalur Rempa.

Pendaftaran dilakukan secara online hingga pukul 29.59 WIB nanti. Sementara seleksi akan berlangsung 14-16 Juni 2021. Pengumuman peserta akan dilaksanakan 23 Juni mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi kepada VN, Kamis (10/6) mengatakan panitia akan memilih 5 orang dari NTT sebagai peserta pelayaran Muhibah Jalur Rempah dengan menggunakan KRI Dewaruci.

Ia menjelaskan melalui perdagangan rempah, terjadi interaksi dari berbagai suku, ras, hingga lintas keyakinan di Nusantara. Hal ini pun turut serta membawa pertukaran nilai-nilai, penyebaran agama, persilangan budaya, falsafah kesenian, tradisi sastra, serta gastronomi.

Untuk menghidupkan kembali kejayaan rempah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan menginisiasi program Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021.

Dengan menggandeng TNI AL, Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 menginisiasi perjalanan menuju 13 titik Jalur Rempah masa lalu di atas KRI Dewaruci. Dalam setiap simpul persinggahannnya nanti, akan dihelat festival budaya yang mengangkat kearifan lokal setempat, menampilkan potensi seni budaya, kriya/wastra, kuliner, ramuan tradisional, fesyen, hingga sejarah panjang tempat tersebut.

Program Jalur Rempah berupaya menampilkan bahari sebagai khazanah, sebuah pemberian alamiah yang membuat Indonesia memiliki panjang pantai lebih dari 95.000 kilometer dan menjadikan negara ini memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia sekaligus negara kepulauan terbesar.

Lewat cara pandang ini, program Jalur Rempah menghidupkan kembali gagasan ini melalui identifikasi jejak budaya, potensinya di masa mendatang dan rekonstruksi jalur budaya sebagai sebuah pekerjaan kolektif. Rempah sebagai masa depan: industri, warisan nenek moyang tentang kecantikan, kesehatan, hingga pangan. Sebuah kerja berkelanjutan, menghidupi, juga membahagiakan manusia yang terlibat di dalamnya.

Ia berharap, waktu yang ada bisa digunakan oleh pemuda NTT untuk bisa terlibat dan ikut serta dalam kegiatan ini. (bev/ol)

Leave a Comment