Jelang Musim Hujan, Harga Sembako di Kota Kupang

Sinta Tapobali

Memasuki musim penghujan dan masih dalam situasi pandemi, harga sembilan bahan pokok (sembako) di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, masih terkendali.

Pantauan VN, Minggu (23/10) di Pasar Oeba dan Pasar Kasih Naikoten 1, harga cabe merah keriting yang diawal bulan Oktober mencapai Rp 25 ribu/kg turun menjadi Rp 15 ribu/kg dan cabe merah besar juga turun menjadi Rp 15 ribu per kg.

Harga komoditi bawang putih masih stabil Rp 30 ribu/kg, daging sapi Rp 90 ribu/kg, bawang merah Rp 20 ribu, gula pasir Rp 13 ribu/kg.

Selain itu harga tepung terigu Rp 8 ribu/kg, cabe rawit merah Rp 10 ribu/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 14 ribu/liter, beras premium Rp 12 ribu/kg, beras medium Rp 10 ribu/kg, telur ayam ras Rp 50 ribu hingga 52 ribu/rak tergantung ukurannya

Harga sejumlah bahan pokok antara satu tempat dengan tempat lain memang berbeda tetapi masih dalam batasan harga yang wajar.

Paman Kasim salah satu pedagang telur di Pasar Oeba Kota Kupang mengatakan harga telur masih sama karena pasokan telur dari distributor masih stabil hingga saat ini.

“Harga telur masih stabil. Distributor dari Surabaya masih aman jadi harga masih aman juga” ujarnya singkat.

Sama halnya dengan Kasim, Ramly salah satu pemilik kios di Pasar Naikoten 1 juga mengatakan bahwa sejauh ini harga sembako yang ia jual masih terpantau normal. Semua barang masih di jual dengan harga eceran tertinggi yang ditentukan.

“Harga masih sama, belum ada yang naik,” ujar pria asal Bugis ini. (bev/ol)

Leave a Comment