Jimy Didok Bantah Viralkan Nama Dewan Peminta Tandon Air di Medsos

Suasana sidang di ruang Komisi IV DPRD Kota Kupang, Senin 21 Juni 2021.

Yapi Manuleus 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Jimy Didok, akhirnya menghadiri sidang di ruang rapat di Komisi IV DPRD Kota Kupang, pada Senin (21/6) sore setelah beberapa kali mangkir dari sidang dewan. Jimy Didok hadir dalam ruangan itu, tepat pukul 16:10 Wita.

Ia didampingi Asisten III Setda Kota Kupang Yanuar Dally dan juga sembilan orang stafnya.

Jimy dipanggil Komisi IV DPRD Kota Kupang untuk mendengarkan langsung berapa Anggaran BPBD yang diambil dari APBD Tahun 2020, serta untuk mengklarifikasi terkait nama-nama beberapa Anggota DPRD Kota Kupang yang sempat Viral di media Sosial beberapa waktu yang lalu yang meminta tandon air.

Dalam suasana sidang yang dipimpin Ketua Komisi IV Maudy Dengga serta dihadiri para Anggota Komisi IV tersebut, Jimy Didok menjelaskan bahwa terkait dengan Anggaran APBD Tahun 2020 yang digelontorkan ke BPBD Kota Kupang sebesar, Rp16 Miliar lebih.

Dengan rincian, realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp 2 Miliar lebih, sedangkan realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp14 Miliar lebih, yang mencapai 96%.

Anggota DPRD Kota Kupang Walde Taek dalam kesempatan itu pun mengaku bersyukur atas kehadiran seorang Jimy Didok, dia langsung meminta Jimy Didok untuk menjelaskan terkait dengan selebaran surat yang sempat Viral di media sosial beberapa hari yang lalu, dengan mencatut nama mereka sebagai peminta Tandon Air.

Walde juga meminta Jimy Didok untuk menjelaskan terkait dengan nama-nama penerima Tandon Air yang sementara diperiksa pihak Kepolisian.

“Selamat datang pak Jimy, ini kalau mau di bilang DPO. Berani menjadi Pilatus tapi mangkir dari Sidang DPRD,” Kata Walde.
“Saya mau minta penjelasan bapak Jimy yang terhormat, kenapa mencatut nama kami di media sosial yang katanya kami meminta Tandon. Jujur kami sudah tahan banting untuk dibully,” Tambahnya.

Jimy Didok dalam kesempatan itu pun mengaku bahwa surat yang viral di media sosial beberapa hari yang lalu bukan dari pihaknya. Ia bahkan menegaskan sudah menanyai hal itu kepada para stafnya, namun tidak diketahui siapa yang mem-viralkannya.

“Jujur ini baru pertama kali saya ditanyakan di sini, dan saya belum¬† komunikasi dengan media apa pun. Bahkan sampai saat ini viralnya persoalan ini di media sosial saya belum pernah buat konferensi pers atau pernyataan dimana pun, “Katanya.

“Saya di BPBD pernah bapa Epi Seran meminjam sengsor kepada saya dan bapa Epi bilang saya salut kepada pak, karena administrasinya sangat bagus. Dan saya catat dengan rapi. Jadi minta maaf mengenai itu saya tegaskan tidak tau siapa yang mem-viralkan itu,” tambahnya.

Dia juga mengaku sampai saat ini masih terus mengumpulkan stafnya untuk menanyai siapa yang sudah mem-viralkan nama-nama tersebut.

“List itu memang dari saya tapi saya tidak tau siapa yang viralkan. Dan List itu saya tulis yang minta anggota dewan karena memang Anggota Dewan kan saya mau tulis apa. List saya jelas mau siapa yang minta pun saya tulis,” katanya.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Kupang Jabir Marola dalam kesempatan tersebut meminta Jimy Didok untuk menjelaskan kriteria sebagai penerima Tandon Air. Sebab, Sekda Kota Kupang Fahrensi Funay pun ikut menerima Tandon di rumahnya. Sedangkan Jimy Didok mengaku semua penerima Tandon sudah tepat sasaran.

“Mengenai itu, pak Sekda minta tolong untuk berikan satu tandon karena bak rumahnya kecil saat habis pelantikan itu. Jadi kami antar di rumahnya, tapi Moses ini yang terima kebetulan dia sementara jaga dirumahnya karena Pol PP. Jadi dia ini yang tanda tangan sebagai Administrasinya,” jawab Jimy.

Sementara itu Asisten III Setda Kota Kupang Yanuar Dally yang duduk berseblahan dengan Jimy Didok langsung menjawab bahwa, mengenai Tandon yang berada di Rumah Sekda itu merupakan sebuah Tandon yang tidak lagi dipakai BPBD. Sehingga dipakai oleh Sekda, namun Tandon itu pun juga sudah dikembalikan. Karena sekda sudah tinggal di rumah jabatannya.

Dalam suasana sidang itu pun para Wakil Rakyat meminta Jimy Didok untuk memberitahukan nama-nama Anggota DPRD kota Kupang yang sudah meminta Tandon Air darinya. Jimy Didok pun meminta waktu karena nama-nama yang lain masih ada di Kabid yang lama.

“Terkait dengan nama-nama penerima Tandon. Ada yang usulkan lewat kami dan juga lewat staf. Dan nama-nama ada di Kabid yang lama. Jadi saya mohon waktu untuk tanya dia dulu. Nanti saya akan sampaikan besok. Supaya saya jangan salah sampaikan lagi. Takutnya nanti viral lagi, orang lapor saya di polisi lagi,” katanya.
Dengan adanya peristiwa Tandon tersebut, harga dirinya seakan diinjak-injak di media sosial, dengan mengumbar bahwa Tandon hanya dibagikan pada keluarganya. Padahal katanya, beberapa nama-nama itu memang merupakan keluarganya. Tapi bukan saja mereka yang pakai sendiri, tapi banyak orang yang sudah menikmatinya dengan tepat. (Yan/ol)

Leave a Comment