Jimy Didok Ke Jakarta, DPRD Kota Kupang Dinilai Kalah Telak

Suasana sidang paripurna ke-13 DPRD Kota Kupang. Foto: Yapi/VN
Suasana sidang paripurna ke-13 DPRD Kota Kupang. Foto: Yapi/VN

Yapi Manuleus

Sidang Paripurna ke-13, Senin (14/6) sampai saat ini masih terhalang karena ketidakhadiran Kepala BPBD Kota Kupang Jimy Didok.

Menurut Sekda Kota Kupang Fahresy Funay yang hadir pada persidangan tersebut, Jimy sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kota Kupang Jemary Yoseph Dogon mengatakan ketidakhadiran Jimmy Didok jadi kekalahan telak DPRD Kota Kupang dan kemenangan bagi Pemkot Kupang.

“Dalam kesempatan ini saya mau bilang, kemenangan telak bagi pemerintah, dan kekalahan telak bagi DPRD. Itu judulnya. Menarik ini,” katanya.

Dogon mengatakan, pihaknya hanya meminta kesediaan Jimy Didok untuk mengklarifikasi postingan di media sosial yang su membawa nama beberapa anggota DPRD Kota Kupang.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang Christian Baitanu yang memimpin jalannya sidang menyesalkan sikap Pemkot Kupang yang tidak segera menghadirkan Jimy padaha sidang sudah diskors berulang-ulang hanya untuk menunggunya.

“Semua cara kita sudah habis. Tapi seorang Jimy Didok tidak pernah hadir. Ini kita sangat sesalkan. Ada apa ini?,” kata Chris.

Pantauan VN, Sekda Kota Kupang Fahrensy Funay, Asisten I Agus Riri Mase, Yanuar Daly, dan segenap pimpinan OPD Lingkup Kota Kupang sudah hadir sudah hadir sebelum sidang. Sementara Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man baru tiba di dalam ruang persidangan tepat pukul 10.30 Wita saat sidang sedang berlangsung.

Para anggota dewan pun meminta Herman Man untuk menjelaskan alasan ketidakhadiran Jimy. Menanggapi hal ini, Herman mengarahkan pertanyaan kepada Sekda Kota Kupang.

“Pak Sekda yang jawab dulu. Pak Jimy kemana karena surat jalan ditandatangani oleh Sekda sendiri. Kita ini semua mitra, jadi memang harus jaga baik-baik institusi ini,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekda Kota Kupang Fahrensi Funay pun menjawab Jimy Didok sedang melalukan perjalanan dinas ke Jakarta atas perintah Wali Kota Kupang.

Jawaban itu langsung mendapat tanggapan anggota DPRD Kota Kupang Telendmark Daud.

Ia ragu dengan Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man karena sudah janji berulang-ulang namun tidak pernah ada kejelasan.

“Mau bawa lembaga ini kemana lagi kalau seperti ini. Saya ini ketua Pansus jadi saya tahu betul apa yang terjadi di lapangan. Menyangkut tandon air banyak pejabat yang minta tandon air. Makanya Jimy Didok harus hadir di sini untuk menjawab semua. Biar kita buka-bukaan sudah,” katanya.

Sementara Ketua DPRD Kota Kupang Yeskial Loudoe yang hadir dalam ruang persidangan memgaku sangat lucu dengan tata pemerintahan Kota Kupang.

Ia bahkan mengaku seharusnya Pemerintah Kota Kupang pergi ke Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk meminta arahannya.

“Ini lucu sekali. Tanya pak Wakil, bilang di Sekda. Lebih baik pemerintah pergi ke Pak Gubernur untuk minta arahan. Kami saja ada apa-apa kami ke Gubernur. Masalah langsung selesai,” tuturnya.

Sidang pun diskors dan akan dilanjutkan pukul 18.00 Wita. (bev/ol)

Leave a Comment