JSL Gandeng Kementan Gelar Bimtek Tanaman Porang di Nagekeo

Para petani peserta Bimtek Budidaya Tanaman Porang, pose bersama Bupati Nagekeo serta Tim Bimtek Kementerian Pertanian. Foto: Bernard Sapu vn

Bernard Sapu

 

Kementerian Pertanian (Kementan) mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) Budi daya tanaman porang kepada petani di Kabupaten Nagekeo, NTT. Bimtek digelar di Hotel Pepita Nagekeo, Senin (11/10).

Bimtek bertitel ‘Pengembangan budidaya dan strategi pemasaran porang’diikuti 100 orang petani. Bimtek tersebut merupakan bentuk kerjasama Anggota DPR RI Komisi IV Julie Sutrisno Laiskodat (JSL) bersama Kementerian Pertanian.

Peneliti BPTP Kupang NTT, Dr. Tony Basuki di hadapan para petani menyampaikan, Porang merupakan tanaman yang toleran dengan naungan 40 persen hingga 60 persen. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 100 sampai 600 mdpl.

Sifat tanaman porang memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tanaman lain.

“Di Kabupaten Nagekeo sendiri mempunyai potensi budidaya tanaman porang yang cukup bagus dan perlu variasi komoditas selain padi dan jagung. Ada potensi luar biasa dengan tanaman porang ini. Ekspor komoditas Porang luar biasa melejit, kita terus support agar terus pengembangan budidaya tanaman porang,”ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Raja Porang I, Gede Mahazena Krisnanda menyampaikan, tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor.

“Hasil panen porang banyak diekspor ke Jepang. Sementara di daerah lain seperti Kalimantan, Bali juga sudah ada perusahaan, mengapa Nagekeo tidak mau membuka perusahaan Porang, sementara di Nagekeo banyak menghasilkan tanaman porang yang dijual ke daerah lain dengan harga yang sangat rendah, oleh karena itu kami datang hari ini ke Nagekeo untuk mengajak masyarakat Nagekeo mari kita buka bersama perusahaan tanaman porang,”tandasnya.

I Gede menyampaikan, para pelaku industri porang sekali panen bisa mencapai 15 ton per hektar dengan harganya Rp10.000 hingga 14.000 per kilogram (kg). Porang 1 kg diolah dalam bentuk chips kering, 15 persennya dijual dengan harga bagus yakni Rp 80.000 per kg.

Pada kesempatan yang sama Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do mengapresiasi atas kegiatan bimtek ini. Baginya Bimtek tersebut membuka peluang bagi para petani dan pelaku usaha jika ingin serius dalam membangun perusahaan tanaman porang di wilayah Kabupaten Nagekeo. (Yan/ol)

Leave a Comment