Julie Laiskodat : Petani Harus Mampu Penuhi Kebutuhan Hotel dan Restoran di Labuan Bajo

Anggota DPR RI Komisi IV,Julie Sutrisno Laiskodat. Foto: Gerasimos/VN
Anggota DPR RI Komisi IV,Julie Sutrisno Laiskodat. Foto: Gerasimos/VN

Gerasimos Satria

Angota DPR-RI Komisi IV,Julie Sutrisno Laiskodat mendorong petani di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran
di Labuan Bajo, Kecamatan Komodo.

Hotel dan restoran di Labuan Bajo sebagai deatinasi wisata premium membutuhan daging, buah-buahan dan sayur segar dari petani di wilayah itu.

Usai membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan dan Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) bagi puluhan kelompok tani di Mabar, Minggu (24/10), Julie mengatakan selama ini semua kebutuhan hotel dan restoran didatangkan dari luar NTT karena stok di Manggarai Barat kurang bahkan tidak ada.

“Petani dan peternak harus menangkap peluang bisnis dengan menyediakan buah-buahan, sayur segar dan daging berkualitas,” ujarnya.

Julie mengaku siap membantu petani untuk mengembangkan usaha pertanian dan peternakan di Kabupaten Mabar.

Ia menargetkan beberapa tahun ke depan kebutuhan sayur, daging dan buah-buahan untuk hotel dan restoran di Labuan Bajo harus diambil dari tangan petani di Mabar.

Pemerintah harus menyiapkan bibit untuk kebutuhan petani agar petani serius mengembangkan tanaman buah dan sayur.

Ia menambahkan selama tahun 2021 ia telah mendistribusikan ribuan jenis bibit buah-buahan seperti durian, advokat, rambutan juga alat pertanian di seluruh Mabar.

Ia berharap petani di Kabupaten Mabar mulai serius menggarap sektor pertanian dan peternakan untuk mendukung sektor pariwisata.

Julie Sutrisno mendorong Pemkab Mabae segera memetahkan wilayah atau kecamatan yang cocok untuk ditanam sayur, buah-buahan dan ternak agar pengembangan tanaman sayur,buah dan daging tepat sasaran.

Sementara masalah pupuk subsidi yang hampir terjadi setiap tahun disebabkan anggaran yang terbatas,sehingga pupuk subsidi yang diterima petani sangat berkurang.

Petani bisa memproduksi pupuk organik dari kotoran hewan dan sampah tanaman.

“Wisatawan senang mengonsumsi buah dan sayur yang diproduksi dari pupuk organik apalagi standar internasional, sayur yang dikonsumsi harus mengunakan pupuk organik. Mimpi saya, petani di Manggarai Barat tidak mengunakan pupuk subsidi tapi petani harus memproduksi pupuk organik sendiri,” ungkap Julie. (bev/ol)

Leave a Comment