Kadis Perhubungan NTT Alami Sendiri Layanan Buruk Wings Air

Putra Bali Mula

Maskapai penerbangan Wings Air disebut tidak menepati jadwal penerbangan sehingga penumpang dari Kupang tujuan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo dibuat menunggu dari waktu seharusnya. Para penumpang dibiarkan menunggu tanpa penjelasan dari pihak maskapai. Salah satu penumpang yang mengalami hal ini adalah Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka.

Isyak dalam keterangannya kepada VN Selasa pagi (26/10) menilai ini sebagai bentuk pelayanan yang buruk dan tidak bertanggungjawab bagi penumpang yang menggunakan jasa maskapai tersebut.

“Buruk sekali pelayanan Wings hari ini ke Labuan Bajo. Saya disuruh check-in jam 05.00 pagi dibilang terbang jam 06.10 kenyataan diboarding tertulis 06.55 Wita. Ternyata sampai sekarang jam 07.13 belum bording juga,” terang dia.

Ia berupaya mendapat pertanggungjawaban dari petugas maskapai yang berada di bawah Lion Air Group ini di Bandara El Tari Kupang. Petugas menyampaikan agar penumpang menunggu hingga pukul 07.50 Wita untuk selanjutnya dapat berangkat karena ada kesalahan teknis.

Untuk diketahui Isyak tujuan perjalanan ke Labuan Bajo adalah untuk mengikuti rapat koordinasi nasional (rakornas) mengenai angkutan perairan dan pelabuhan. Ia lantas mengeluhkan ini kepada Manager Area Lion Grup NTT, Rynus T. Zebua, karena sedang mengejar agenda penting itu namun tidak mendapat jawaban balik sampai ia tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 8.40 Wita.

“Bagaimana ini? Sangat Buruk!” tukasnya.

Menurutnya kinerja tidak profesional maskapai ini sudah jelas berakibat terhadap sikap dan dukungan ke Pemerintah NTT dalam hal pariwisata sebagai prime mover di NTT.

“Wings perlu merevolusi sistem pelayanan mereka,” kata dia.

Sementara Rynus sendiri belum menanggapi saat coba dikonfirmasi media usai mendapatkan informasi tersebut.

Sebelumnya diketahui istri Gubernur NTT, Julie Laiskodat, juga sempat mengalami hal serupa dengan maskapai yang sama soal jadwal tidak pasti keberangkatan. Kejadian itu berlangsung pada 18 Oktober dan Dinas Perhubungan NTT, kata Isyak, turut mendapat komplain tentang kejadian itu. Kini ia mengalaminya secara langsung.

“Kejadian ini maupun yang dialami Ibu Julie menunjukkan bahwa Wings kurang mendukung program pemerintah NTT menjadikan pariwisata sebagai prime mover, karena tanpa sarana transportasi yang baik dan tepat jadwal dalam pelayanan, orang enggan berkunjung ke NTT,” jelasnya.

Ia menyebut setiap calon penumpang telah diminta nomor handphone oleh maskapai ketika menggunakan jasa penerbangan sehingga apabila ada kendala seharusnya dikomunikasikan, bukan dibiarkan seperti itu.(bev/ol)

Leave a Comment