Kajari TTU: Berhenti Bawa Nama Aparat untuk Intervensi Proyek

Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Roberth Jimmy Lambila.

 

Gusty Amsikan

 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Roberth Jimmy Lambila, memperingatkan oknum-oknum dari dalam maupun luar wilayah TTU, yang mengatasnamakan aparat penegak hukum untuk memonopoli proyek, agar berhenti melakukan intervensi proyek di wilayah TTU. Pasalnya, pihaknya tidak akan segan-segan mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik kotor tersebut.

Hal itu bertujuan memberikan ruang bagi Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk bekerja secara profesional.

Hal itu disampaikan Kajari Roberth ketika diwawancarai media ini, Minggu (27/6) di Kefamenanu.

Roberth mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa ada oknum-oknum tertentu yang membawa nama aparat penegak hukum dengan tujuan memonopoli proyek. Terlepas dari benar tidaknya informasi tersebut, pihaknya perlu mengambil langkah antisipatif dengan memanggil dan menyampaikan kepada para ULP dan PPK agar tidak percaya dengan ulah oknum-oknum tersebut.

Ia menegaskan tidak ada satupun pihak Kejari TTU yang terlibat dalam permainan-permainan seperti itu. Untuk itu, ia memperingatkan oknum-oknum dari dalam maupun luar wilayah TTU, yang mengatasnamakan aparat penegak hukum untuk memonopoli proyek, agar berhenti melakukan intervensi proyek di wilayah TTU. Jika informasi yang dikantongi pihaknya ternyata benar, maka ia tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas.

“Lepas dari benar tidaknya informasi tersebut, saya perlu mengambil langkah-langkah antisipatif dengan memanggil teman-teman dari PPK dan ULP agar mereka jangan lagi percaya kalau ada oknum-oknum yang mengatasnamakan aparat penegak hukum untuk memonopoli proyek. Saya tidak peduli apakah informasi itu benar atau tidak, tapi itu bentuk antisipasi supaya jangan terjadi. Saya tegaskan bahwa tidak ada satupun pihak Kejari TTU yang turut dalam permainan-permainan seperti itu. Ini peringatan keras kepada semua. Saya minta tidak ada pihak luar yang datang dan bermain proyek di TTU karena dia pasti berhadapan dengan saya,”tegas Roberth.

Ia menambahkan langkah tegas tersebut diambil pihaknya dengan tujuan memberikan ruang bagi ULP dan PPK agar bisa bekerja secara profesional. Dengan proses yang profesional, maka proyek pun akan secara profesional serta memberikan hasil yang sesuai dengan harapan dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan ada yang dari TTU dan luar TTU yang datang dan intervensi proyek di sini. Dia akan berhadapan dengan saya. Termasuk yang menggunakan jabatan untuk membekingi oknum kontraktor. Tidak boleh. Pokoknya siapa saja dan dari instansi mana saja, jangan coba-coba datang ke TTU untuk atur-atur proyek di sini karena kami di sini siap untuk melakukan langkah-langkah tegas untuk hal-hal itu,”pungkasnya.(Yan/ol)

Leave a Comment