Kakanwil Kemenkumham Bagi Sembako Door to Door di Perbatasan

Kakanwil Kemenkumham NTT Marciana D Jone menyerahkan bantuan kepada Maria Trensiana Hoar di Desa Silawan, Kabupaten Belu, Kamis (29/7). Foto: Stef/VN
Kakanwil Kemenkumham NTT Marciana D Jone menyerahkan bantuan kepada Maria Trensiana Hoar di Desa Silawan, Kabupaten Belu, Kamis (29/7). Foto:Stef Kosat/vn.

Stef Kosat

 

Pandemi covid-19 yang terus menghantui kehidupan masyarakat dengan berbagai kesulitan hidup tanpa kecuali daerah Perbatasan. Di tengah kesulitan itu, Kanwil Kemenkumham NTT dibawah pimpinan Marciana Dominika Jone, hadir untuk Bakti Kemenkumham terhadap masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah perbatasan Motaain, Kabupaten Belu, NTT, Kamis (29/7).

Pantauan VN, di Desa Silawan pada aksi bertema Kumham Peduli Berbagi terhadap warga terdampak Covid-19 di wilayah perbatasan RI-RDTL, Kakanwil Kemenkumham  NTT Marciana bersama rombongan Imigrasi dan Lapas Atambua serta Kades Silawan membagikan sembako kepada warga secara door to door. Marciana sendiri membawa bingkisan yang berisi beras lima kilogram, minyak goreng, gula pasir, susu, ikan kaleng dan masker dibantu petugas lapas membawa telur.

Ia mendatangi rumah-rumah yang ditinggali ibu-ibu rentan dan menyerahkan bingkisan sembako sambil berdiskusi dan memberi semangat bagi mereka supaya kuat menghadapi pandemi ini. Tak lupa ia juga mengajak para ibu yang mendapat bingkisan supaya menggunakan masker yang dibagikan.

Selain itu, pembagian sembako seperti itu, juga untuk memastikan bahwa masyarakat penerima bantuan adalah yang pantas untuk dibantu. “Karena ada kalanya pembagian sembako, banyak salah sasaran dan masyarakat lemah sulit mengakses bantuan sehingga kita turun bagi langsung”, ujar Marciana.

Ia mengatakan, Kemenkumham membagikan sembako kepada warga terdampak Covid-19, sebagai bentuk rasa kepedulian kepada warga yang kurang mampu. “Bantuan ini tidak seberapa tetapi paling tidak bisa mengurangi beban selama pandemi ini”, kata Marciana.

“Ia kita memilih wilayah perbatasan karena kita tau di wilayah perbatasan ini masih banyak warga yang berekonomi lemah apalagi di tengah pandemi seperti ini warga seperti inilah yang patut kita proritaskan,” katanya.

Saat sampai di rumah Maria Trensiana Hoar, sempat terjadi diskusi panjang karena sang tuan rumah ternyata memiliki delapan orang anak, tetapi suami sudah lumpuh. Maria Hoar sendiri setiap hari hanya berprofesi sebagai tukang cuci keliling untuk sekadar menyambung hidup.

Pada kesempatan itu, Maria Trensiana Hoar mengatakan ia berterimakasih banyak atas bantuan sosial dari Kemenkumham karena ia tidak memiliki penghasilan tetap. “Setiap hari saya keliling mencuci pakaian dari para tetangga. Selama pandemi ini ya para tetangga mau kasih berapa pasti diterima saja apalagi bapak lagi cacat maka harus kerja begitu sudah,” ujarnya.

Sementara Ansila Teli, seorang ibu paru baya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Kanwil Kemenkumham NTT karena sudah meringankan beban kebutuhan masyarakat terutama sembako di tengah pandemi ini. Terimakasih untuk bantuan maskernya juga.

“Perhatian dan bantuan seperti ini sangat kami butuhkan supaya terus bertahan hidup di tengah situasi sulit ini. Ditengah kesulitan ini kehidupan ekonomi kami susah dan ketika ada bantuan seperti ini ya kami sangat senang,” pungkasnya.

1.058 Paket

Usai membagikan Sembako Maeciana mengatakan yang dibagikan itu berasal dari sumbangan sukarela seluruh  ASN di jajaran Kanwil Kemenhukham NTT,  para Notaris yang bermitra dengan Kemenkumham NTT, Dharma Wanita Kanwil, Persekutan Oikumene Kanwil NTT,  Majelis Ta’lim kanwil NTT, IkatanAlumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan (Akip) Perempuan, dan sumbangan dari Wakil Gubernur NTT Joseph A Nae Soi.

“Total bantuan untuk seluruh NTT kepada 1058 KK. Pemberian dilakukan secara serentak pada tanggal 29 Juli di 21 kabupaten dan satu kota oleh Unit Pelaksana Teknis di masing masing kabupaten  sedangkan di wilayah perbatasan diberikan oleh Pimpinan Tinggi Pratama dan Ka UPT yg ada di wilayah tersebut,” jelasnya.

Dia merincikan, untuk wilayah perbatasan, bantuan sembako itu di Motaain 100 paket, Turiskain 75 paket, Metamauk 75 paket, Napan 75 paket, Oepoli 100 paket, dan sisanya dibagikan di unit pelayanan masing-masing se wilayah Kemenkumham NTT. Secara keseluruhan bantuan untuk  di NTT 1.058 KK yang menerima paket itu,” jelas Mercy.

Mercy berharap bantuan sembako itu bisa meringankan beban masyarakat yang terdapak covid-19.

Disaksikan VN, di Pos Perbatasan Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang bantuan itu diserahkan oleh Kepala Divisi Administrasi Kemenkumham NTT Garnadi dan Kepala Sub Bidang Informasi Keimigrasian Esau M Louk Fanggi dengan protokol kesehatan yang ketat.  (cal/Yan/ol)

Leave a Comment