Kampus di Kupang masih Pertimbangkan Pelaksanaan PTM

Sinta Tapobali

Kemendikbudristek melalui Ditjen Diktiristek mengeluarkan panduan untuk seluruh perguruan tinggi kembali menyelenggarakan pembelajaran/perkuliahan tatap muka (PTM) terbatas pada semester ganjil tahun akademik 2021/2022.  Panduan tersebut dikeluarkan melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022.

Kendati demikian, sejumlah Universitas di kota Kupang, NTT hingga hari ini belum menetapkan dengan pasti waktu dimulainya PTM.

Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Ayub Meko kepada VN mengatakan bahwa kampus UKAW hingga saat ini belum mengambil kebijakan terkait dengan perkuliahan tatap muka terbatas. Kampus tersebut akan melakukan uji coba PTM terbatas pada pertengahan Oktober mendatang bagi mahasiswa baru.

Sasaran uji coba ini akan menyasar mahasiswa baru dikarenakan mereka belum secara keseluruhan mengenal dunia kampus. Sehingga dengan diadakannya pembelajaran tatap muka nanti, para mahasiswa baru akan dikenalkan secara langsung dengan dunia kampus, para dosen serta merasakan bagaimana proses kuliah secara tatap muka itu berlangsung.

“Selama ini mereka hanya lewat online (Daring) jadi ketika mereka masuk mereka akan dikenalkan dunia kampus dan tentu akan merasakan bagaimana mengikuti kuliah secara langsung,” jelas Ayub Meko.

Saat ini tatap muka hanya dilakukan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan ujian skripsi. Sedangkan untuk proses pembelajarannya masih berlangsung secara daring.

Senada juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Yoseph M. Laynurak.

Saat ini Unwira masih terus mengikuti perkembangan informasi Covid-19 dan tidak akan terburu-buru menyelenggarakan PTM.

Apabila ke depan kondisi angka terkonfirmasi makin menurun dan jumlah penerimavaksin mahasiswa dan dosen makin meningkat, serta mendapatkan izin dari satgas covid-19, maka Unwira akan memulai dengan metode blended learning.

“Metode blended adalah metode pembelajaran campuran antara online dan offline secara bergantian dengan menggunakan teknologi zoom. Kuliah offline dapat diikuti oleh maksimal 20 mahasiswa, sisanya mengikuti secara online (Daring) pada saat bersamaan dari rumah,” jelas dia.

Sedangkan Wakil Rektor III Undana, Sipri Suban, mengatakan, hingga hari ini pihak Undana belum juga memutuskan kapan PTM kembali digelar.

Menurutnya, PTM sebenarnya akan dilaksanakan pada awal semester kemarin, namun karena kondisi pandemi dan PPKM maka PTM kembali diurungkan.

“Kami belum ada pembahasan lebih lanjut terkait dengan PTM ini. Nanti baru akan diputuskan dalam rapat nanti” ungkapnya singkat. (Yan/ol)

Leave a Comment