Kapal Barang Tirta Karam, ABK Selamat

Nahkoda dan ABK yang selamat saat tiba di Pelabuhan Waikelo. Foto: Frengky/VN
Nahkoda dan ABK yang selamat saat tiba di Pelabuhan Waikelo. Foto: Frengky/VN

Frengky Keban

Kapal Barang Tirta Putra yang selama ini melayani Waikelo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT dan Bima, NTB Minggu (13/6) siang karam di perairan wilayah utara Sumba Barat. Akibatnya, semua barang muatan dalam kapal yang berkisar 60 ton tenggelam bersama kapal yang dinahkodai Syarifudin. Beruntung, Syarifudin dan tiga ABK selamat.

Nahkoda dan ABK selamat berkat koordinasi yang baik antara KP3 Laut, Pol Air dan sejumlah anggota intel TNI/Polri yang kebetulan sedang melakukan patroli di wilayah tersebut.

“Sekitar pukul 15.00 Wita tadi. Saya terima informasi itu sekitar 17.00 Wita sehingga bersama dengan anggota kami di KP3 Laut dan Pol Air bersama teman-teman intel, kami bergegas meminta bantuan nelayan di sini (Waikelo) untuk mencari keberadaan mereka setelah sebelumnya dilakukan upaya penyelamatan oleh syahbandar namun urung berhasil akibat masih adanya bongkar muat di pelabuhan yang mengakibatkan kapal tidak bisa keluar,”kata Kanit Pol Air, Ipda Ali Akbar kepada VN, Minggu (13/6) malam di kantor KP3 Laut, Waikelo, SBD.

Pencarian ini, jelasnya, dilakukan karena sejak kapal karam karena nahkoda dan ABK kapal tersebut masih sempat memberikan kabar kepada anggota keluarganya di Waikelo bahwa mereka selamat. Ia menduga nahkoda dan ABK berhasil lolos dari peristiwa tersebut karena menggunakan karung sandal sebagai rakitnya.

“Sepertinya mereka pakai karung sandal sebagai rakitnya sehingga dalam proses pencairan ini mereka terus menghubungi kami dengan menggunakan handphone sampai sekarang pukul 21.00 Wita. Untuk pencairannya sendiri kami gunakan kapal nelayan sebanyak 5 buah dan semuanya berasal dari Katewel,”tegasnya.

Pencarian memakan waktu cukup lama karena nahkoda dan ABK baru tiba di Pelabuhan Waikelo sekitar 00.43 wita, Senin (14/6) dini hari. Kedatangan mereka dengan kapal nelayan langsung disambut tangis bahagia keluarganya. Bahkan beberapa diantaranya langsung memeluk kerabatnya yang lolos dari maut tersebut. Sementara para petugas pelabuhan yang sejak tadi menunggu para korban langsung menyiapkan air minum dan teh panas untuk korban.

“Kami bertahan dengan sandal saja,”ungkap Syarifudin saat menjawab pertanyaan Kepala KP3 Laut Waikelo, Ansel Tukan.

Ia menjelaskan kapal yang memuat barang sembako seperti gula, garam dan sandal tiba-tiba mengalami kerusakan mesin. Kerusakan itu membuat pompa kapal tidak berfungsi sementara saat itu kapal sedang terombang-ambing akibat gelombang.

“Kami sudah berupaya tapi tidak bisa dan akhirnya kapal tenggelam di perairan Sumba Barat beberapa kilometer dari Katewel Sumba Barat Daya. Kami bersyukur kami bisa selamat setidaknya masih diberika kesempatan untuk hidup,” ungkapnya. (bev/ol)

Leave a Comment