Kapolda NTT Berhentikan 13 Personil secara Tidak Hormat

Upacara PTDH terhadap 13 personel kepolisian Polda NTT yang digelar secara simbolis di Mapolda NTT, Senin 11 Oktober 2021.

Putra Bali Mula

 

Kapolda NTT Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, memberikan sanksi atau punishment berupa Pemberhentian dengan Tidak Dengan Hormat atau PTDH terhadap 13 personil Polisi di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapolda secara simbolis melaksanakan PTDH pada Senin (11/10). Selain sanksi PTDH pada kesempatan yang sama Kapolda NTT juga memberikan penghargaan kepada Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) Polda NTT yang berprestasi.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda NTT secara simbolis memberhentikan dengan tidak hormat anggota Polri atas nama Briptu Angryd Tefbana Jabatan Ba Ditbinmas Polda NTT yang telah melakukan pelanggaran meninggalkan tugas selama 82 hari secara berturut-turut.

Sementara 12 personel Polri lainnya dilakukan upacara PTDH secara serentak di Polres Jajaran yakni, Polres Kupang Kota, Polres Kupang, Polres TTS, Polres TTU, Polres Belu, Polres Flotim, Polres Lembata, Polres Sikka dan Polres Alor.

“Oleh karena itu, Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat yang kita laksanakan ini merupakan salah satu wujud dan bentuk realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi hukuman bagi personel yang melakukan pelanggaran baik pelanggaran Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Pidana,” kata dia.

Menurutnya, keputusan ini tidak diambil dalam waktu singkat tetapi telah dilaksanakan melalui proses yang sangat panjang, penuh pertimbangan dan dengan senantiasa berpedoman kepada Koridor hukum yang berlaku.

Kapolda NTT pun berharap kepada seluruh personel Polda NTT agar upacara PTDH seperti ini tidak ada lagi di waktu yang akan datang.

Pada kesempatan tersebut Kapolda NTT mengatakan reward dan punishment adalah dua bentuk metode dalam memotivasi PNPP Polri guna meningkatkan prestasi kinerjanya.

Ia menyebut selain banyak anggota yang berprestasi namun masih ada pula yang melakukan pelanggaran baik disiplin, kode etik maupun pidana. Sebagaimana data pelanggaran oleh PNPP Polri periode tahun 2020 hingga triwulan II tahun 2021 tercatat data pelanggaran disiplin sebanyak 313 kasus, kode etik sebanyak 45 kasus dan pidana sebanyak 5 kasus.

“Khusus untuk pidana yang dilakukan oleh anggota Polri Polda NTT dan Jajaran antara lain, penganiayaan 1 kasus (P21), penipuan 1 kasus (menunggu putusan Pengadilan Negeri Kupang) dan asusila 2 kasus. Semuanya masih dalam proses pemeriksaan oleh Provost Polda NTT dan Polres Kupang Kota serta 1 kasus narkoba,” terang Kapolda NTT. (Yan/ol)

Leave a Comment